• News

Saling Seru Boikot Akibat Ketegangan Agama di India

Akhyar Zein | Rabu, 15/06/2022 16:40 WIB
Saling Seru Boikot Akibat Ketegangan Agama di India Demonstrasi anti-India terhadap mantan juru bicara BJP Nupur Sharma atas pernyataannya tentang Nabi Muhammad, di Lahore pada 8 Juni. (foto: Arif Ali/AFP/ bloomberg.com)

JAKARTA - Ketegangan agama di India mendorong beberapa pegiat, baik di dalam maupun di luar negara terpadat kedua di dunia itu, untuk menyerukan boikot terhadap produk-produk India dan di sisi lain juga terdapat seruan boikot maskapai "Qatar Airways" oleh warga Hindu India.

Ribuan Muslim pada hari Jumat (10/6)berunjuk rasa di Bangladesh dan Pakistan meneriakkan slogan-slogan, antara lain untuk memboikot semua produk India di negara-negara Muslim.

“Komunitas Muslim dunia telah bersatu. Kami meminta seluruh dunia untuk memboikot produk India,” kata Moulana Imtiaz Alam, pemimpin partai Islam Bangladesh, seperti dikutip Associated Press.

Secara terpisah, beberapa aktivis Hindu telah menggunakan tagar #boycottqatarairways, untuk menyuarakan kemarahan terhadap protes diplomatik keras oleh Qatar baru-baru ini, atas dugaan pernyataan Islamofobia oleh anggota Partai Bharatiya Janata (BJP) yang berkuasa di India.

Polisi menangkap ratusan orang di India hari Sabtu, setelah dua remaja Muslim tewas karena tembakan dan beberapa lainnya terluka dalam protes oleh Muslim selama berminggu-minggu di berbagai bagian negara itu.

Sejak menjabat, Perdana Menteri India Narendra Modi yang pemimpin BJP itu, dituduh memicu ketegangan antara Hindu-Muslim, tuduhan yang berulang kali disangkal olehnya dan para pendukungnya. Sekitar 14,2% dari 1,3 miliar penduduk India adalah Muslim.

FOLLOW US