• Oase

Pemilik Jiwa yang Hanif, Sa`id bin Zaid Radhiyallahu`Anhu

| Senin, 13/06/2022 14:36 WIB

Pemilik Jiwa yang Hanif, Sa`id bin Zaid Radhiyallahu`Anhu Ilustrasi (foto:dictio)

JAKARTA - Seorang muslim tentu tidak akan pernah merasa bosan untuk mengenal dan mempelajari biografi kehidupan Rasulullah Salallahu ‘Alaihi Wa Sallam dan para sahabatnya Radhiyallahu ‘Anhu Ajma’in untuk menjadi tauladan. Salah satu sahabatnya yang bernama Sa’id bin Zaid Radhiyallahu `Anhu.

Nasab beliau adalah Sa`id bin Zaid bin Amr bin Nufail bin `Abdul `Uzza, Al-Qurasyi Al-Adawi. Julukannya Abul A`war. Satu kabilah dengan Umar bin al-Khattab رضي الله عنه. Ibunya bernama Fathimah binti Ba`jah bin Malih Al-Khuzaiyah.

Sa`id bin Zaid lahir sekitar 22 tahun sebelum hijrah, bertepatan 593 M di Mekah. Sa`id رضي الله عنه adalah putra dari pamannya Umar bin Al-Khatthab dan juga iparnya, karena Sa’id bin Zaid menikah dengan adiknya Umar, Fathimah binti al-Khattab رضي الله عنه. Sementara Umar menikahi saudarinya, yaitu Atikah binti Zaid.

Pada masa jahiliyah sebelum kenabian, dia mengikuti agama ayahnya dan dikenal sebagai seorang yang hanif, yang lurus dalam mengikuti agama Ibrahim (al-hanafiyyah), tidak sujud kepada berhala, tidak pula menyantap sembelihan atas nama berhala. Bahkan beliau رضي الله عنه melindungi bayi-bayi perempuan yang akan dikubur hidup-hidup oleh orang tua mereka.

Sa`id bin Zaid رضي الله عنه memiliki banyak keutamaan, diantaranya termasuk yang awal masuk Islam dengan perantara dakwah Abu Bakar ash-Shiddiq رضي الله عنه. Istrinya, Fathimah binti Khatthab رضي الله عنه juga masuk Islam bersamanya. Yang dikemudian hari, Umar bin Khatthab pun mulai tergerak hatinya untuk mengenal Islam dengan membaca beberapa ayat Al-Qur’an dari surah thaha saat di rumah Sa`id رضي الله عنه.

Sa`id juga termasuk yang mengikuti awal hijrah ke Madinah dengan kemantapan hati. Kemudian, Rasulullah ﷺ mempersaudarakan beliau dengan Rafi` bin Malik Az-Zarqi رضي الله عنه.

Keutamaan selanjutnya, saudara ipar dari Umar bin Al-Khatthab رضي الله عنه ini mengikuti banyak peperangan bersama Rasulullah ﷺ. Demikian pula setelahnya, dalam perang Yarmuk dan  penaklukan Damaskus.

Berikutnya, Sa`id bin Zaid رضي الله عنه termasuk 10 sahabat Nabi ﷺ yang dijamin masuk surga (al-mubasyiruna bil jannah). Yang juga keutamaan Sa’id bin Zaid adalah doa-doanya yang mustajab. Ini menunjukkan kedekatannya dengan Allah ﷻ. Sahabat Nabi ﷺ dari golongan Muhajirin ini juga memiliki keutamaan sebagai periwayat hadits.

Usia 70 tahun lebih Sa`id bin Zaid رضي الله عنه meninggal dunia tepatnya pada hari Jum’at tahun 50 atau 51 Hijriyah, bertepatan 671 M, di daerah Aqiq, Madinah. Kemudian jenazah beliau رضي الله عنه dimakamkan di Madinah.

Semoga Allah ﷻ menguatkan kaum muslim untuk meniti jalan yang lurus, sarat ilmu dan semangat beramal saleh dengan ikhlas dan keimanan hingga akhir hayat sebagaimana tauladan yang diberikan Sa’id bin Zaid رضي الله عنه, pemilik jiwa yang hanif. (Kontributor : Dicky Dewata)