Sedikitnya 17 orang tewas setelah sebuah kereta penumpang tergelincir sebagian di Iran Timur pada Rabu.(foto: news.sky.com)
JAKARTA - Sebuah kereta penumpang tergelincir di Iran timur pada Rabu menewaskan sedikitnya 17 orang tewas dan beberapa lainnya cedera.
Kereta tersebut sedang menuju dari Mashhad di timur laut Iran ke pusat kota Yazd ketika tergelincir dari rel dekat Tabas, sebuah kota di Iran timur, 550 km tenggara Teheran.
Korban tewas melonjak menjadi 17 orang setelah sebelumnya pihak berwenang awalnya menyebutkan jumlah korban tewas 10 orang.
Korban tewas kemungkinan akan meningkat karena banyak penumpang telah dirawat di rumah sakit dengan luka kritis, menurut pejabat setempat.
Humas perkeretaapian Iran mengatakan kereta yang membawa 350 penumpang itu bertabrakan dengan sebuah ekskavator di rel sekitar pukul 05:30 waktu setempat.
Gubernur Tabas Ali Akbar Rahimi mengatakan kepada media empat gerbong kereta telah keluar jalur setelah menabrak ekskavator.
Lebih dari 50 penumpang dilaporkan terluka dalam insiden itu, dengan lebih dari 20 diyakini dalam keadaan kritis.
Media lokal mengutip para penyintas yang mengatakan kereta bergerak normal ketika pengemudi tiba-tiba mendorong rem, yang membuat penumpang kehilangan keseimbangan.
Presiden Ebrahim Reisi, dalam pertemuan Kabinet darurat, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan memerintahkan penyelidikan penyebab kecelakaan itu.
Rastom Ghasemi, Menteri Pembangunan Jalan dan Perkotaan, menyampaikan kementeriannya bertanggung jawab atas insiden tragis itu dan mengatakan dia sedang dalam perjalanan ke lokasi kecelakaan di Tabas.
Iran, yang terkena sanksi keras, dalam beberapa tahun terakhir mencoba memodernisasi armada kereta apinya yang sudah tua dengan menambahkan kereta baru atau yang direnovasi ke jaringan kereta api nasional.
Di antara kecelakaan kereta api terburuk di kabupaten itu adalah pada tahun 2004 ketika sebuah kereta api yang memuat bensin, pupuk dan kapas jatuh di dekat kota timur laut Neshabur, menewaskan sedikitnya 320 orang.
Baru-baru ini, pada September 2019, sebuah kereta api tergelincir di provinsi Sistan dan Baluchestan di Iran tenggara menewaskan tiga orang dan melukai puluhan lainnya.
Iran belum pulih dari goncangan runtuhnya bangunan di barat daya kota Abadan bulan lalu, yang sejauh ini telah menewaskan 43 orang