• News

Kremlin Tegur Amerika Serikat Atas Upayanya Merekrut Staf Kedutaan Rusia

Yati Maulana | Senin, 16/05/2022 22:30 WIB
Kremlin Tegur Amerika Serikat Atas Upayanya Merekrut Staf Kedutaan Rusia Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov

JAKARTA - Kremlin mengatakan pada hari Senin bahwa upaya yang dilaporkan oleh FBI Amerika Serikat dan CIA untuk merekrut staf kedutaan di Washington tidak dapat diterima.

Duta Besar Rusia untuk Washington, Anatoly Antonov, mengatakan kepada media pemerintah bahwa pegawai kedutaan telah diancam dengan kekerasan fisik, dan sering didesak di sekitar Kedutaan untuk bekerja di Biro Investigasi Federal atau Badan Intelijen Pusat.

"Kami berbagi keprihatinan dengan kepala misi diplomatik kami di Amerika Serikat tentang perilaku yang benar-benar kurang ajar dari badan-badan intelijen Amerika dalam kaitannya dengan warga kami dan karyawan misi kami," kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov.

"Kami menganggapnya tidak dapat diterima."

Sebelumnya diberitakan, Anatoly Antonov mengatakan kepada televisi Rusia bahwa sejak Rusia menginvasi Ukraina pada 24 Februari, pertemuan tatap muka dengan pejabat AS telah berakhir.

"Ini seperti benteng yang dikepung. Pada dasarnya, kedutaan kami beroperasi di lingkungan yang tidak bersahabat. Karyawan kedutaan menerima ancaman, termasuk ancaman kekerasan fisik," katanya seperti dikutip Tass.

"Agen dari dinas keamanan AS berkeliaran di luar kedutaan Rusia, membagikan nomor telepon CIA dan FBI, yang dapat dihubungi untuk menjalin kontak."

Rusia dan Amerika Serikat telah terkunci dalam perselisihan mengenai ukuran dan fungsi misi diplomatik masing-masing jauh sebelum Rusia menginvasi Ukraina.

Moskow mengusir sejumlah diplomat AS pada Maret setelah Washington mengatakan pihaknya mengusir 12 diplomat Rusia di misi AS di negara itu di New York.