Ilustrasi sektor energi. IHSG Turun, Saham Sektor Energi Berhasil Terbang Tinggi. (FOTO: SHUTTERSTOCK)
JAKARTA - Saham-saham sektor energi berhasil terbang tinggi di tengah tren penurunan Indeks Harga Saham Gabungan.
Sepanjang tahun berjalan (per 11 Mei 2022), saham-saham energi melesat hingga 36 persen.
Adapun IHSG yang sepekan terakhir terus terjun dalam dengan penurunan 8,7 persen, mengakibatkan persentase kenaikannya sepanjang tahun berjalan kian tergerus hanya tersisa 0,28 persen.
Pada Jumat (13/5/2022), IHSG masih melanjutkan penurunan 0,028 persen ditutup di level 6.597.
Di tengah penurunan indeks saham Tanah Air hari ini, indeks saham energi mampu mencatatkan kenaikan tertinggi dengan pertumbuhan 2,1 persen.
Menurut analisis Bareksa, moncernya kinerja saham-saham sektor energi turut mendongkrak kinerja reksadana berbasis sektor tersebut.
Reksadana saham yang memiliki bobot besar di sektor energi, terutama saham batu bara, memiliki potensi cuan menarik.
Efek perang Rusia - Ukraina yang berkepanjangan menyebabkan harga batu bara dunia saat ini tetap bertahan di level tinggi, per 11 Mei di kisaran US$385 per ton.
Selain itu, sejak awal tahun, sektor energi masih menjadi salah satu penopang terbesar indeks saham.
Sebagaimana terlihat dalam grafik berikut, kinerja reksadana saham yang berisikan sektor energi masih mampu mengungguli IHSG untuk periode sepanjang tahun berjalan (per 11 Mei 2022) dan sepanjang April 2022.
Tercatat sepanjang April 2022 beberapa reksadana dengan bobot besar saham energi seperti Sucorinvest Equity Fund, Batavia Dana Saham Syariah, Eastspring Investments Value Discovery Kelas A dan TRIM Syariah Saham mampu menghasilkan cuan antara 4 persen hingga 9 persen.
TRIM Syariah Saham berhasil meraih cuan tertinggi dengan imbalan 9,16 persen. Adapun IHSG sepanjang April 2022 hanya naik 2,22 persen.
Tidak berbeda untuk periode sepanjang tahun berjalan per 11 Mei 2022, Sucorinvest Equity Fund, Batavia Dana Saham Syariah, Eastspring Investments Value Discovery Kelas A dan TRIM Syariah Saham berhasil mencatatkan cuan 4-10 persen, dengan cuan tertinggi diraih
Sucorinvest Equity Fund 10,75 persen. Di periode yang sama, IHSG naik 3,57 persen.
Analisis Bareksa memprediksi tingginya harga komoditas energi akan berlangsung lebih lama, akibat belum adanya jalan keluar dalam waktu dekat ihwal konflik Ukraina - Rusia.
Analisis Bareksa melihat sektor energi masih akan moncer hingga akhir tahun, atau saat memasuki musim dingin, di mana biasanya akan terjadi lonjakan permintaan musiman dan akan mendongkrak kinerja perusahaan energi tahun ini. (*)