• Oase

Ini Bacaan dan Amalan Sunah Saat Azan Berkumandang

M.Habib Saifullah | Jum'at, 05/06/2026 03:01 WIB
Ini Bacaan dan Amalan Sunah Saat Azan Berkumandang Ilustrasi Muazin Mengumandangkan Azan (foto: ibadah)

JAKARTA - Azan bukan sekadar penanda masuknya waktu shalat bagi umat Muslim. Lebih dari itu, kumandang azan adalah panggilan suci yang sakral. Ketika suara muazin menggema, umat Muslim disunahkan untuk menghentikan sejenak aktivitas duniawi dan meresponsnya dengan amalan-amalan tertentu.

Rasulullah SAW dalam berbagai hadis sahih telah mengajarkan panduan lengkap mengenai apa saja yang harus diucapkan dan dilakukan ketika mendengar azan.

Amalan yang tampak ringan ini ternyata menyimpan keutamaan luar biasa, mulai dari diampuninya dosa-dosa hingga jaminan syafaat di hari akhir.

Agar tidak kehilangan momentum emas pahala lima kali sehari ini, berikut ini ulasan lengkap mengenai bacaan dan amalan sunah saat mendengar azan berkumandang:

1. Menjawab Lafal Azan (Menirukan Ucapan Muazin)

Amalan pertama yang paling utama adalah menjawab setiap kalimat yang diucapkan oleh muazin. Aturan dasarnya, kita mengucapkan kalimat yang sama persis dengan apa yang diucapkan muazin, kecuali pada dua lafal berikut:

Saat muazin mengucapkan:

حَيَّ عَلَى الصَّلَاةِ (Hayya `alas-shalah) dan حَيَّ عَلَى الْفَلَاحِ (Hayya `alal-falah)

Maka kita menjawabnya dengan lafal Hauqolah:

لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ العَلِيِّ العَظِيْمِ

(Lā haula wa lā quwwata illā billāhil-`aliyyil-`azhīm)

Artinya: "Tidak ada daya dan upaya serta kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung."

Khusus untuk azan Subuh, ketika muazin mengucapkan kalimat Tatsuib:

الصَّلَاةُ خَيْرٌ مِنَ النَّوْمِ (As-shalātu khairum minan-naum), umat Muslim dapat meresponsnya dengan membaca:

صَدَقْتَ وَبَرِرْتَ وَأَنَا عَلَى ذَلِكَ مِنَ الشَّاهِدِيْنَ

(Sadaqta wa bararta wa ana ‘alā żālika minasy-syāhidīn)

Artinya: "Engkau benar dan engkau telah berbuat baik, dan aku termasuk orang-orang yang menyaksikan hal tersebut."

2. Membaca Selawat kepada Nabi Muhammad SAW

Setelah kumandang azan selesai, amalan berikutnya sebelum beranjak adalah membaca selawat kepada Rasulullah SAW. Hal ini bersandar pada hadis riwayat Muslim, di mana Nabi SAW bersabda: "Jika kalian mendengar muazin, maka ucapkanlah seperti apa yang ia ucapkan, kemudian berselawatlah untukku."

3. Membaca Doa Setelah Azan

Setelah berselawat, umat Muslim sangat dianjurkan membaca doa khusus setelah azan. Membaca doa ini menjadi wasilah (perantara) untuk mendapatkan syafaat Rasulullah SAW di hari kiamat kelak.

Berikut adalah lafal doa setelah azan yang populer dan sahih:

اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ، وَالصَّلَاةِ الْقَائِمَةِ، آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ، وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ

(Allāhumma rabba hāżihid-da`watit-tāmmah, waṣ-ṣalātil-qā`imah, āti muḥammadanil-wasīlata wal-faḍīlah, wab`aṡhu maqāmam maḥmūdanillażī wa`adtah)

Artinya: "Ya Allah, Tuhan pemilik panggilan yang sempurna ini dan shalat yang senantiasa ditegakkan. Berilah Nabi Muhammad wasilah (tempat tertinggi di surga) dan keutamaan. Dan bangkitkanlah beliau di tempat yang terpuji yang telah Engkau janjikan."