Bendera Repoblik Demokratik Kongo
JAKARTA - Militan menewaskan 35 warga sipil dalam serangan di lokasi penambangan emas rakyat di provinsi Ituri, Republik Demokratik Kongo, kata kepresidenan, Senin.
Kelompok-kelompok pemberontak di timur negara Afrika tengah yang kaya mineral itu telah berselisih soal tanah dan sumber daya selama dekade terakhir, konflik yang telah merenggut ribuan nyawa dan menggusur jutaan orang dalam prosesnya.
Pada hari Minggu, para pejuang yang terkait dengan milisi CODECO menyerbu sebuah perkemahan pertambangan di dekat kota Mongwalu, di mana mereka bersaing dengan kelompok pemberontak lain untuk mendapatkan akses ke situs tersebut, kata juru bicara militer Jules Ngongo Tsikudi.
"Orang-orang terjebak dalam baku tembak, banyak yang kehilangan nyawa dan rumah mereka [terbakar]," katanya dalam sebuah pernyataan.
Kepresidenan Kongo mengatakan di Twitter bahwa CODECO telah "membunuh" 35 warga sipil selama serangan itu. Para pemimpin masyarakat sipil memperkirakan lebih dari 50 orang tewas. Salah satunya mengatakan rumah sakit setempat kewalahan dengan jumlah korban.
Reuters tidak dapat menghubungi CODECO untuk memberikan komentar.
Kelompok tersebut telah membangun reputasi untuk menargetkan warga sipil, menewaskan 18 orang di sebuah gereja bulan lalu dan 60 lainnya di kamp pengungsi pada Februari. Baca selengkapnya
Kekerasan adalah kejadian sehari-hari di provinsi-provinsi timur Kongo yang luas, di mana kelompok-kelompok seperti CODECO bentrok dengan milisi lain termasuk afiliasi ISIS setempat.
Pemerintah Kongo mengumumkan darurat militer di Ituri dan provinsi tetangga Kivu Utara setahun lalu dalam upaya untuk memadamkan kekerasan. Tetapi serangan mematikan hanya melonjak sejak itu, menurut Pelacak Keamanan Kivu, yang memantau konflik di wilayah tersebut.