Kepala Badan Pangan Nasional/NFA, Arief Prasetyo Adi (tengah)
JAKARTA - Badan Pangan Nasional atau National Food Agency (NFA) mendorong Bulog untuk bertransformasi agar mampu beradaptasi terhadap perubahan. Langkah ini bisa dimulai dengan penguatan hilirisasi.
Kepala NFA Arief Prasetyo Adi menyampaikan hal tersebut saat meninjau gudang beras dan penggilingan padi Bulog di Subang dan Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (23/4/2022).
Turut pula dalam kunjungan tersebut Anggota Ombudsman RI Yeka Hendra Fatika dan Direktur Suplai Chain Bulog Mokhamad Suyamto.
Menurut Arief, Bulog harus menjadi lembaga yang agile (tangkas/gesit) dan mampu beradaptasi terhadap perubahan dalam upaya memperkuat tata kelola pangan.
"Bulog ini ke depan harus bertransformasi dengan cepat. Bulog memiliki dukungan sumber daya yang kuat. Kita akan seimbangkan antara penyerapan dan penyaluran," ujar Arief, seperti dikutip dari akun Instagram resmi NFA, Minggu (24/4/2022).
Transformasi Bulog, lanjut Arief, bisa dimulai melalui dari penguatan program hilirisasi.
"Baik itu melalui program pemerintah maupun secara komersial," kata Arief.
Yeka Hendra Fatika menyatakan, dengan adanya NFA sebagai regulator, peran Bulog sebagai operator juga perlu diperkuat. Terkait hal ini, diperlukan perencanaan pangan yang tepat, input dan outputnya juga harus jelas.
Sementara itu, Mokhamad Suyamto menyambut baik dukungan dari NFA. Menurut dia, Bulog harus segera melakukan transformasi bisnis.
"Dengan kerja keras dan dukungan NFA, Bulog bisa menjalankan fungsi penugasan," ujar dia.