Ilustrasi: Bendera Taiwan dan China dengan latar pesawat tempur. Foto: Reuters
JAKARTA - Pelayaran kapal perusak AS Ralph Johnson di Selat Taiwan pada 17 Maret adalah tindakan "provokatif" oleh Amerika Serikat dan mengirim sinyal yang salah kepada pasukan kemerdekaan pro-Taiwan, kata militer China pada Sabtu.
Tindakan seperti itu "sangat berbahaya", kata seorang juru bicara militer China dalam sebuah pernyataan, menambahkan bahwa pasukan diorganisir untuk memantau perjalanan Ralph Johnson.
China mengatakan Taiwan adalah masalah paling sensitif dan penting dalam hubungannya dengan Amerika Serikat. Washington tidak memiliki hubungan diplomatik formal dengan Taipei, tetapi merupakan pendukung internasional terpenting dan pemasok senjata Taiwan.
Presiden China Xi Jinping mengatakan kepada mitranya dari AS Joe Biden pada hari Jumat bahwa masalah Taiwan perlu ditangani dengan benar untuk menghindari dampak negatif pada hubungan Tiongkok-AS.
"Beberapa individu di Amerika Serikat mengirimkan sinyal yang salah kepada pasukan pro-kemerdekaan di Taiwan, dan itu sangat berbahaya," kata Xi kepada Biden melalui panggilan video. "Jika masalah Taiwan tidak ditangani dengan baik, maka akan berdampak subversif pada hubungan kedua negara."
Kapal induk China, Shandong, berlayar melalui Selat Taiwan, dibayangi oleh kapal perusak AS, pada hari Jumat, sebuah sumber dengan pengetahuan langsung tentang masalah tersebut mengatakan kepada Reuters, hanya beberapa jam sebelum presiden China dan AS dijadwalkan untuk berbicara.
Sebuah pernyataan Gedung Putih mengatakan Biden menegaskan kembali dalam panggilan telepon dengan Xi bahwa kebijakan AS di Taiwan tidak berubah, dan menekankan bahwa Washington "terus menentang setiap perubahan sepihak terhadap status quo."
China selama dua tahun terakhir meningkatkan aktivitas militernya di dekat pulau itu untuk menegaskan klaim kedaulatannya. "(Kami) berharap pihak AS akan memberikan perhatian yang memadai terhadap masalah ini," kata Xi kepada Biden.
Kementerian Luar Negeri Taiwan mengucapkan terima kasih kepada Biden atas "penekanannya pada menjaga status quo perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan, serta dukungan tegas untuk keamanan Taiwan".