Pasien Covid terlihat di Unit Perawatan Intensif Covid di Klinikum Darmstadt, Darmstadt, Jerman. Foto: Reuters
JAKARTA - Jerman melaporkan rekor insiden tertinggi tujuh hari virus corona pada hari Rabu, 16 Maret 2022, bahkan ketika negara itu bersiap untuk melonggarkan pembatasan.
Institut Robert Koch (RKI) mencatat 262.593 infeksi baru, melonjak 22 persen dibandingkan seminggu yang lalu, sehingga jumlah total infeksi menjadi hampir 17,7 juta.
Infeksi meningkat lagi sejak awal Maret setelah aturan yang mencegah orang yang tidak divaksinasi mengakses banyak ruang publik dalam ruangan mulai dilonggarkan.
Insiden tujuh hari naik ke level tertinggi baru 1.607 infeksi per 100.000 orang pada Rabu, naik dari 1.585 sehari sebelumnya. 269 orang lainnya meninggal, sehingga total korban tewas menjadi 126.142 orang.
Pada hari Jumat, parlemen akan mengadopsi undang-undang yang disederhanakan yang secara signifikan akan mengurangi pembatasan di sekitar Jerman. Undang-undang yang ada akan berakhir pada hari Sabtu.
Pemerintah berpendapat bahwa meskipun kasus meningkat, tidak ada lagi risiko besar membebani sistem kesehatan karena vaksinasi dan fakta bahwa varian Omicron yang dominan seringkali memiliki gejala yang lebih ringan. Tindakan perlindungan terbatas masih mungkin dilakukan di hotspot dengan jumlah infeksi yang tinggi.