• News

Vladimir Putin Menuduh Barat Seret Rusia ke Dalam Perang

Ariyan Rastya | Rabu, 02/02/2022 15:27 WIB
Vladimir Putin Menuduh Barat Seret Rusia ke Dalam Perang Sebuah pemandangan menunjukkan kendaraan tempur infanteri BMP-3 Rusia selama latihan yang diadakan oleh angkatan bersenjata Distrik Militer Selatan di jajaran Kadamovsky di wilayah Rostov, Rusia 27 Januari 2022. (Foto: Reuters)

JAKARTA - Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa Barat sengaja menciptakan skenario yang dirancang untuk memancing Rusia ke dalam peperangan dengan Ukraina hingga mengabaikan keamanan Rusia atas Ukraina, pada hari Selasa (1/2).

Dia mengatakan tujuan Amerika adalah menggunakan konfrontasi sebagai dalih untuk menjatuhkan lebih banyak sanksi terhadap Rusia.

"Sudah jelas sekarang bahwa kekhawatiran mendasar Rusia diabaikan," kata Putin pada konferensi pers dengan perdana menteri Hungaria yang sedang berkunjung seklaigus merupakan salah satu dari beberapa pemimpin NATO yang mencoba menengahi krisis ini.

Putin menggambarkan tentang scenario terburuk jika Ukraina bergabung ke NATO, karena mereka berpotensi untuk merebut kembali semenanjung Krimea, wilayah yang direbut Rusia pada tahun 2014 silam.

"Mari kita bayangkan Ukraina adalah anggota NATO dan memulai operasi militer ini. Apakah kita harus berperang dengan blok NATO? Apakah ada yang memikirkannya? Rupanya tidak," katanya dikutip dari Reuters.

AS dan mitra aliansi NATO menuduh Rusia merencanakan invasi ke Ukraina, sesuatu yang telah berulang kali dibantah Rusia.

Pada hari Selasa, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mentweet bahwa AS berkomitmen untuk mencegah konflik yang tidak menguntungkan siapa pun.

Diketahui Rusia telah memindahkan sekitar 100.000 tentaranya yang dilengkapi dengan segala sesuatu mulai dari tank dan artileri hingga amunisi dan kekuatan udara ke perbatasan Ukraina pada beberapa hari yang lalu.

Moskow telah menuduh pemerintah Ukraina gagal menerapkan kesepakatan internasional untuk memulihkan perdamaian di timur, di mana setidaknya 14.000 orang telah tewas dan pemberontak yang didukung Rusia menguasai sebagian besar wilayah.

Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memperingatkan pada hari Selasa bahwa invasi Rusia tidak akan menjadi perang antara Ukraina dan Rusia, ini akan menjadi perang di Eropa, perang skala penuh.