Personel penegak hukum Belarusia berjalan di sebuah kamp dekat pos pemeriksaan Bruzgi-Kuznica di perbatasan Belarusia-Polandia di wilayah Grodno, Belarus, 18 November 2021. (Foto: Reuters)
katakini.com - Ratusan Migran yang telah bermukim di perbatasan beku Belarusia dengan Uni Eropa saat ini sedang bersiap untuk penerbangan kembali ke Irak pada Kamis 18/11.
Hal ini menjadi penerbangan pertama dalam beberapa bulan di tengah perselisihan antara Barat atas Minsk atas nasib para migran, seperti yang dilaporkan Reuters.
Diketahui sebelumnya bahwa para Migran dari Irak telah menempati perbatasan Belarusia dengan Polandia selama seminggu lebih, Polandia melarang para migran masuk setelah Parlemen mengesahkan Undang-undang penjagaan perbatasan tentang pengusiran migran ilegal pada Oktober kemarin.
Presiden Belarusia Alexander Lukashenko telah mendapat ancaman dari UE karena keterlibatannya dalam menghasut para Migran dengan janji-janji palsu bahwa para migran dapat memasuki UE dengan aman.
Hingga saat ini, meskipun para migran sudah dapat kembali ke negara asalnya, namun masih ada beberapa para migran yang berada di perbatasan dan mencoba untuk memasuki perbatasan.