• Bisnis

Lima Upaya Pemerintah untuk Selamatkan Garuda Indonesia

Budi Wiryawan | Selasa, 09/11/2021 19:35 WIB
Lima Upaya Pemerintah untuk Selamatkan Garuda Indonesia Pesawat Garuda Indonesia

Katakini.com - Garuda Indonesia dikatakan saat ini sudah dalam keadaan technically bankrupt atau bangkrut secara teknis.

Namun, Kartika menegaskan, pemerintah terus mengupayakan penyelamatan Garuda Indonesia, meski maskapai kebanggaan nasional itu bisa disebut secara teknis dalam kondisi bangkrut.

"Kami tidak putus asa. Kami mencoba untuk mencari rumusan untuk bagaimana bisa keluar dari permasalahan ini dan memang yang paling utama adalah transformasi bisnis karena Garuda di masa lalu banyak inefisiensi, baik rute, operasional, dan sebagainya," ujar Kartika dalam rapat kerja Komisi VI DPR di Jakarta, Selasa (9/11/2021).

Menurut Kartika, ada lima aspek yang disiapkan untuk memperbaiki kinerja Garuda. Pertama, mengoptimalkan rute penerbangan. Garuda bakal fokus ke rute domestik, sedangkan rute internasional dikurangi signifikan. Rute internasional yang masih akan dilayani, bisa dipastikan rute itu masih ada permintaan kargo yang baik.

"Jadi, kita tidak lagi punya rute-rute long haul, seperti Amsterdam, London, dan sebagainya. Rute-rute yang sepi, seperti korea di-shutdown dan tentunya kita menyisakan yang masih ada volume-volume kargo yang memadai," ujarnya.

Kedua, jumlah pesawat juga akan menurun drastis dari 202 pesawat menurun menjadi 134 pesawat pada 2022. Selain itu, jenis pesawatnya akan dikurangi dari 13 jenis jadi hanya tujuh jenis pesawat.

"Satu inefisiensi di masa lalu karena pesawatnya macam-macam. Itu buat kompleksitas dari pengelolaan maintenance-nya sehingga cost per seat jadi mahal. Harus ditekan dengan efisiensi dari jenis pesawatnya dan menutup rute rugi karena rutenya banyak yang rugi di masa lalu belum ditutup," imbuhnya.

Ketiga, papar Tiko, negosiasi ulang kontrak sewa pesawat. Dengan ini harapannya biaya sewa pesawat yang melebih benchmark internasional akan ditekan serendah mungkin sehingga menyamai benchmark internasional.

"Di beberapa lessor mungkin sudah ada pembicaraan mungkin kita mengubah konsep dalam dua tahun pertama menjadi paid by the hour jadi tidak membanyar fixed tapi hour yang dipakai," ucapnya.

Keempat, terang Kartika, adalah meningkatkan kontribusi kargo yang dahulu kurang dilirik. "Sekarang Pak Irfan (direktur utama Garuda) dan tim fokus untuk meningkatkan belly cargo capacity karena ini ternyata menjadi lebih stabil secara volume dan secara pendapatannya," sebutnya.

Terakhir, Kartika menyebutkan, upaya penyelamatan Garuda adalah dengan meningkatkan pendapatan dari ancillary business atau bisnis-bisnis lainnya.

FOLLOW US