• News

Gadis 16 Tahun Selama Sehari TakeOver Jabatan Presiden Direktur AstraZeneca Indonesia

Djemi Amnifu | Kamis, 14/10/2021 13:35 WIB
 Gadis 16 Tahun Selama Sehari TakeOver Jabatan Presiden Direktur AstraZeneca Indonesia Pembicara pada acara jumpa pers Sehari Menjadi Pemimpin Perusahaan Multinasional yang digelar Astrazeneca dan Plan Indonesia yaitu Naura Ayu, penyanyi remaja, Zakiah, pendidik Sebaya Young Health Programme dan peserta #GirlsTakeOver bersama Rizman Abudaeri, Direktur PT AstraZeneca Indonesia.

katakini.com--Dalam rangka Hari Anak Perempuan Internasional atau International Day of the Girl yang jatuh pada tanggal 11 Oktober lalu, AstraZeneca, turut mengamplifikasi inisiatif global #GirlsTakeover yang dipelopori oleh organisasi nirlaba Plan International.

Inisiatif tersebut diadopsi secara mendalam oleh AstraZeneca di seluruh jaringan globalnya dalam sebuah kampanye bertajuk #GirlsBelongHere, yang berupaya mempromosikan inklusi serta membangun kesadaran karyawan, keluarga dan komunitas AstraZeneca akan pentingnya menjunjung kesetaraan gender.

Selain itu pula memahami hambatan yang dihadapi oleh generasi muda, khususnya remaja perempuan, sehingga mereka dapat mengambil peran aktif dalam mengadvokasi perempuan muda agar dapat terus menggali potensi yang mereka miliki.

Sejalan dengan misi tersebut, Indonesia adalah salah satu dari 17 negara operasi AstraZeneca dimana #GirlsTakeOver dilaksanakan.

Di 17 kantor AstraZeneca yang tersebar di seluruh dunia ini, lebih dari 42 gadis terpilih mengambil alih posisi penting di kantor AstraZeneca selama sehari, termasuk posisi Presiden Direktur AstraZeneca Indonesia.

Untuk kesempatan sekali seumur hidup ini, seorang anak perempuan berusia 16 tahun dari Jakarta Utara bernama Zakiah terpilih sebagai finalis #GirlsTakeOver dari Young Health Programme dan pada 8 Oktober 2021, Zakiah telah mengambil alih peran Presiden Direktur AstraZeneca Indonesia selama satu hari.

Berbagi cerita tentang pengalamannya memimpin perusahaan farmasi global, Zakiah berkata: "Selama sehari mengambil alih posisi Presiden Direktur AstraZeneca Indonesia, saya melihat bahwa AstraZeneca Indonesia sudah mengimplementasikan kebijakan untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan inklusif".

"Tentunya hal ini patut diterapkan di perusahaan lainnya. Sebagai kaum muda, saya ingin mengajak kaum muda lainnya ikut percaya diri terhadap kemampuan yang kita miliki dan berani berbicara tanpa melihat gender sebagai pembatas, demi membantu pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di Indonesia. Besar harapan saya masyarakat turut berkontribusi serta bersinergi bersama untuk terus mendukung dan menyuarakan kesetaraan gender agar semua mendapat keadilan dan kebebasan yang sama,” kata Zakiah lagi.

Sewhan Chon, Presiden Direktur AstraZeneca Indonesia, mengatakan: "Inklusivitas dan keberagaman adalah budaya yang kita junjung di AstraZeneca Indonesia, dimana kesetaraan gender memainkan peran penting.

"Kami berharap keterlibatan karyawan kami dalam kampanye #GirlsBelongHere tahun ini dapat memperkuat prinsip inklusivitas tersebut, dan bagi remaja perempuan terpilih yang mengikuti #GirlsTakeOver di AstraZeneca mendapatkan pengalaman yang membekalinya untuk tumbuh menjadi pemimpin masa depan," katanya.

Sebagai Presiden Direktur AstraZeneca Indonesia, Sewhan Chow mengaku bangga dapat menjadi bagian dari perjalanan ini.

"Saya berharap melalui program i#GirlsTakeOver ini, Zakiah mendapatkan pelajaran dan inspirasi tentang kepemimpinan, inklusivitas, dan pemberdayaan, serta dapat mencapai potensi semaksimal mungkin di masa depan," tegasnya.

Dini Widiastuti, Direktur Eksekutif Plan International Indonesia, menekankan bahwa kegiatan yang dilakukan bersama AstraZeneca Indonesia bertujuan untuk memberikan kesempatan yang sama bagi remaja perempuan untuk menyuarakan pendapat dan gagasan mereka serta mengasah kemampuan kepemimpinan.

“Inisiatif #GirlsTakeover bertujuan untuk memberikan kesempatan pada anak perempuan untuk membangun kemampuan dan kepercayaan diri mereka untuk menjadi pemimpin masa depan negara ini. Selama dua tahun berturut-turut, melalui kampanye #GirlsBelongHere, AstraZeneca Indonesia telah menunjukkan komitmennya dalam mempromosikan kepemimpinan perempuan sejak usia muda," kata Dini.

"Tahun ini, melalui pengalaman Zakiah menjadi Presiden Direktur AstraZeneca Indonesia selama sehari, kami mendorong para perempuan muda untuk mengeluarkan potensi serta ide terbaik mereka untuk mendorong peran aktif generasi muda, termasuk dalam mencegah risiko Penyakit Tidak Menular," sambung Dini lagi.

Kemitraan antara AstraZeneca dan Plan International diinisiasi memalalu inisiatif Young Health Programme (YHP), program yang bertujuan membantu kaum muda berusia 10-24 tahun untuk memegang kendali atas kesehatan mereka.

Terutama dalam memerangi penyakit tidak menular (PTM) dalam jangka panjang serta meningkatkan kesadaran tentang gaya hidup anak muda yang sehat dengan menyediakan wadah yang tepat untuk melatih kepemimpinan.

Seleksi peserta rangkaian kampanye #GirlsTakeOver oleh AstraZeneca dan Plan Indonesia berlangsung di empat puluh sekolah di Jakarta, yang merupakan lokasi-lokasi yang menjadi tempat pelaksanaan YHP.

Nominasi dan seleksi tersebut melibatkan guru, mitra pelaksana YHP, Yayasan Lentera Anak dan Center of Indonesia`s Strategic Development Initiatives, serta tim AstraZeneca Indonesia.

Setelah terpilih, Zakiah mengikuti serangkaian sesi pengembangan kapasitas, termasuk kelas kepemimpinan dan pendampingan, sebelum akhirnya mengambil alih posisi Presiden Direktur AstraZeneca Indonesia.

Tentang #GirlsTakeover

#GirlsTakeover: Sehari Jadi Pemimpin merupakan kampanye global yang diselenggarakan secara serentak oleh Plan International dalam rangka memperingati Hari Anak Perempuan Internasional yang jatuh setiap tanggal 11 Oktober.

Sejak tahun 2016, Plan International telah memfasilitasi lebih dari 650 anak untuk mengambil alih sekitar 5.228 posisi strategis. Plan Indonesia juga telah memfasilitasi puluhan gadis yang sudah mengambil alih lima jabatan menteri dan dua puluh posisi tinggi lainnya di Indonesia

Tahun ini, #GirlsTakeover diselenggarakan oleh Young Health Programme, bersamaan dengan kampanye #GirlsBelongHere. Kampanye ini bertujuan untuk mempromosikan kesetaraan gender dan partisipasi kaum muda yang bermakna, terutama untuk penyakit tidak menular.

FOLLOW US