• Oase

Perjalanan Imam Al-Bukhari Mengumpulkan Hadist Berbagai Negeri

Anggoro Aristo Priambodo | Senin, 17/08/2026 23:01 WIB
Perjalanan Imam Al-Bukhari Mengumpulkan Hadist Berbagai Negeri Ilustrasi Imam pengumpul hadis

Katakini.com - Perjalanan panjang Imam Al-Bukhari dalam mengumpulkan hadis merupakan salah satu dedikasi ilmiah paling monumental dalam sejarah peradaban Islam.

Sejak usia muda, beliau telah menjelajahi berbagai penjuru dunia Islam demi menyaring dan memastikan keautentikkan setiap sabda Rasulullah SAW.

Semangat luar biasa ini didasari oleh kecintaan yang mendalam terhadap ajaran Islam serta dorongan untuk menjaga kesucian ilmu agama.

Al-Qur`an sendiri memerintahkan umat Islam untuk menuntut ilmu dan mendalami agama agar dapat memberi peringatan kepada kaumnya.

Allah SWT berfirman: "Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama..." (QS. At-Taubah [9]: 122).

Pengembaraan ilmiah atau rihlah fi thalabil `ilmi membawa Imam Al-Bukhari mengarungi kota-kota besar seperti Makkah, Madinah, Basrah, Kufah, Baghdad, hingga Mesir.

Dalam setiap langkah perjalanannya, beliau meneliti sanad serta karakter para perawi dengan tingkat ketelitian yang sangat tinggi dan ketat.

Ribuan mil perjalanan ditempuh demi memastikan bahwa satu hadis yang diterimanya benar-benar bersumber secara sah dari Rasulullah SAW.

Pengorbanan waktu, tenaga, dan harta tersebut sejalan dengan keutamaan besar yang dijanjikan Islam bagi para penuntut ilmu.

Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa menempuh jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga." (HR. Muslim).

Keteguhan hati beliau dalam menyaring ratusan ribu hadis melahirkan karya agung Shahih Al-Bukhari yang diakui kevalidannya oleh seluruh ulama dunia.

Sebelum menuliskan satu hadis ke dalam kitab sahihnya, Imam Al-Bukhari selalu mandi dan melaksanakan shalat istikharah dua rakaat untuk memohon petunjuk.

Proses penyusunan kitab monumental tersebut memakan waktu hingga 16 tahun sebagai bukti kehati-hatian beliau menjaga warisan Nabawi.

Allah SWT berfirman: "Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat." (QS. Al-Mujadilah [58]: 11).

Kisah perjalanan Imam Al-Bukhari menjadi teladan abadi tentang pentingnya kejujuran, ketelitian, dan pengorbanan dalam menjaga kemurnian ajaran Islam.