Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini. Foto: dpr/katakini
TRENGGALEK — Ketua TP PKK Kabupaten Trenggalek sekaligus Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini, mendorong pengolahan susu lokal menjadi bagian dari penguatan ekonomi kerakyatan di Kabupaten Trenggalek.
Hal itu disampaikan Novita saat melaunching Rumah Produksi Susu Cu Ca Pi di Rumah Susu Trenggalek, Minggu (16/8/2026).
Melalui Koperasi PKK Trenggalek, susu akan diolah menjadi produk siap konsumsi yang rencananya didistribusikan kepada anak-anak sekolah.
Ia mengatakan, pengelolaan susu dari hulu hingga hilir penting agar potensi ekonomi lokal tidak berhenti sebagai komoditas mentah.
“Trenggalek sebagai daerah penghasil susu seharusnya tidak hanya menjadi penyedia susu, tetapi juga mampu mengolah dan mendistribusikannya secara aman. Dengan begitu, potensi ekonomi lokal bisa semakin besar dan kebocoran nilai tambah dapat diminimalkan,” ujar politisi fraksi PDI Perjuangan itu melalui keterangannya, Senin (17/8/2026).
Menurutnya, keberadaan rumah produksi tersebut juga menjadi bagian dari upaya mengubah Koperasi PKK dari sekadar wadah konsumtif menjadi lembaga yang produktif dan mampu memberdayakan masyarakat.
“Koperasi PKK tidak hanya bersifat konsumtif bagi anggota, tetapi harus mampu memberdayakan masyarakat. Ini merupakan bagian dari semangat program pokok PKK sekaligus penggerak ekonomi kerakyatan,” katanya.
Kapasitas 400 Liter Per Hari
Rumah Produksi Susu Cu Ca Pi memiliki kapasitas produksi sekitar 400 liter per hari. Dalam proses produksinya, koperasi juga diarahkan untuk memberdayakan masyarakat dari kelompok rentan, termasuk warga yang berada dalam kategori Desil 1 hingga 3.
Novita menegaskan program tersebut tidak dapat berjalan sendiri. Dukungan lintas organisasi perangkat daerah diperlukan, mulai dari sektor perindustrian, peternakan, perdagangan, hingga perizinan.
“Kami tidak bisa berjalan sendiri. Program ini didukung dinas terkait agar pengolahan dan distribusi susu kepada anak-anak sekolah dapat dilakukan secara aman dan memenuhi ketentuan,” jelasnya.
Ia berharap Rumah Produksi Susu Cu Ca Pi dapat menjadi model pemberdayaan ekonomi yang terus dikembangkan dan menginspirasi daerah lain.
Sementara itu, pengelola Rumah Susu Trenggalek, Ucik Rohmad, mengatakan kapasitas produksi saat ini masih terbatas sehingga pengembangan rumah produksi di lokasi lain perlu dipertimbangkan.
Menurutnya, langkah tersebut penting untuk mengoptimalkan potensi susu Trenggalek yang tersebar di sejumlah wilayah, khususnya Kecamatan Bendungan dan Pule, serta sebagian Dongko.
Ia optimistis produk olahan susu lokal dapat berkembang menjadi salah satu produk unggulan sekaligus oleh-oleh khas Trenggalek.
“Kalau daerah lain bisa, kita pun bisa. Trenggalek adalah daerah penghasil susu,” ujarnya.
Pengembangan Rumah Susu Trenggalek juga mendapat dukungan berbagai pihak, termasuk hibah peralatan dari Kementerian Sosial. Pemerintah daerah melalui dinas yang membidangi perindustrian, sosial, peternakan, serta pelayanan perizinan turut mendukung proses produksi dan penguatan legalitas usaha.