• News

Pembatasan Ketat Oleh Singapura Bagi Pengunjung Dari Selandia Baru

akhyar | Minggu, 29/08/2021 13:20 WIB

Pembatasan Ketat Oleh Singapura Bagi Pengunjung Dari Selandia Baru Suasana di bandara Changi, Singapura (foto: agoda.com)

Jakarta, Katakini.com.- Singapura pada Sabtu mengumumkan tindakan pembatasan Covid-19 yang lebih ketat untuk pengunjung dari Selandia Baru setelah negara itu mengalami lonjakan kasus yang cukup tinggi.

Dalam keterangan pers, Kementerian Kesehatan (MOH) mengatakan mulai Senin pukul 23.59 waktu setempat, warga Singapura, penduduk tetap, dan pemegang izin jangka panjang yang memiliki riwayat perjalanan ke Selandia Baru dalam 21 hari terakhir sebelum keberangkatan ke Singapura harus menyampaikan pemberitahuan tinggal di rumah selama tujuh hari di tempat tinggal mereka.

“Mereka juga harus melakukan tes PCR pada saat kedatangan, serta sebelum akhir periode pemberitahuan tinggal di rumah,” ungkap MOH.

Selandia Baru pada Jumat memperpanjang karantina wilayah nasionalnya selama empat hari di tengah upaya untuk memerangi gelombang baru pandemi Covid-19.

Pelancong jangka pendek yang memegang Air Travel Pass (ATP) dengan riwayat perjalanan ke Selandia Baru dalam 21 hari terakhir sebelum keberangkatan mereka ke Singapura tidak akan diizinkan memasuki negara itu.

“Langkah-langkah ini akan diberlakukan bagi pelancong dari Selandia Baru mengingat peningkatan jumlah kasus Covid-19 di sana”, tulis MOH.

Sementara itu, kementerian juga mengatakan bahwa pelancong dari Provinsi Jiangsu, China, tidak perlu menjalani karantina mandiri jika mereka dinyatakan negatif Covid-19 pada saat kedatangan.

Mulai Senin pukul 23.59 waktu setempat, semua pelancong yang memasuki Singapura dengan riwayat perjalanan ke Provinsi Jiangsu dalam 21 hari terakhir sebelum keberangkatan ke Singapura harus menjalani tes PCR pada saat kedatangan.

“Mereka akan diizinkan untuk melakukan aktivitas mereka di Singapura jika hasil tes PCR negatif, dan tidak lagi diharuskan menjalani masa pemberitahuan tinggal di rumah selama tujuh hari,” tambah MOH.(AA)