• Info MPR

Bamsoet: Vaksinasi Ideologi Cegah Ancaman Persatuan dan Kesatuan Bangsa

yahya | Senin, 16/08/2021 11:32 WIB

Bamsoet: Vaksinasi Ideologi Cegah Ancaman Persatuan dan Kesatuan Bangsa Ketua MPR RI Bambang Soesatyo saat membuka Sidang Tahunan MPR RI Tahun 2021 di Jakarta, Senin (16/8/2021). Foto: katakini.com

JAKARTA - Pandemi Covid-19 berdampak pada aspek ekonomi yang meningkatnya angka pengangguran, kemiskinan, kesenjangan yang berpotensi menimbulkan permasalahan dalam bidang-bidang lainnya.

Pandemi juga berpotensi bangkitnya nilai-nilai, paham individualisme, komunisme, intoleransi, separatisme, radikalisme, terorisme, dan etno nasionalisme di tengah ketidakpastian akibat pandemi Covid-19.

Demikian disampaikan Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) saat membuka Sidang Tahunan MPR RI Tahun 2021 dengan agenda laporan kinerja lembaga-lembaga negara dan peringatan HUT ke-76 Kemerdekaan RI di Gedung Nusantara I atau Gedung Kura-Kura, Komplek Parlemen RI, Jakarta, Senin (16/8/2021).

"Oleh karena itu upaya memerangi pandemi Covid-19 beserta dampaknya tidak hanya dilakukan dengan meningkatkan ketahanan tubuh kita dengan vaksinasi, tetapi, harus dibarengi dengan upaya melakukan vaksinasi ideologi untuk meningkatkan ketahanan ideologi masyarakat kita," kata Bamsoet.

Pimpinan dan seluruh Anggota MPR RI, kata Bamsoet, dengan segala keterbatasan yang ada, terus melakukan vaksinasi ideologi Pancasila melalui sosialisasi Empat pilar MPR.

Keempat pilar itu adalah Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara, UUD NRI Tahun 1945 sebagai konstitusi negara, NKRI sebagai bentuk negara, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara kepada seluruh lapisan masyarakat di seluruh wilayah tanah air.

Menurutnya, melalui vaksinasi ideologi, segala potensi ancaman dan gangguan yang berpotensi memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa akan dapat dicegah dan ditangkal.

"Dengan badai covid-19 justru akan semakin memperkuat ketahanan ideologi bangsa kita , sehingga covid-19 tidak hanya menjadi tantangan, tetapi menjadi peluang untuk bangkit beradaptasi dengan tuntutan dinamika, situasi dan kondisi yang baru," tuturnya.