Tentara Libanon dan anggota Palang Merah terlihat di dekat lokasi ledakan tanker bahan bakar di Akkar di Libanon utara pada hari Minggu (foto: Reuters/ nbcnews.com)
Katakini.com,- Sedikitnya 20 orang tewas dan 79 lainnya cedera ketika sebuah kapal tanker bahan bakar meledak di Lebanon utara, kata Palang Merah Lebanon, Sabtu.
Jumlah korban masih sementara dan bisa bertambah.
Palang Merah mengatakan kapal tanker itu meledak di wilayah Akkar, kawasan utara Lebanon.
Sebanyak 22 anggota tim Palang Merah berusaha mengangkut korban tewas dan luka-luka dari lokasi ke rumah sakit terdekat.
Media lokal melaporkan bahwa tim Palang Merah, serta pasukan tentara, Pasukan Keamanan Dalam Negeri yang berafiliasi dengan Kementerian Dalam Negeri, tim pertahanan sipil, dan penduduk membantu memindahkan korban tewas dan terluka.
"Pembantaian Akkar tidak berbeda dengan pembantaian Pelabuhan Beirut," tulis mantan Perdana Menteri Saad al-Hariri di Twitter.
Dia berharap pemulihan segera bagi mereka yang terluka dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.
“Jika ada negara yang menghormati orang dalam kedua pembunuhan, pihak berwenang akan mengundurkan diri, dari presiden hingga orang terakhir yang bertanggung jawab atas kelalaian ini. Gelasnya meluap. Nyawa dan keamanan warga Lebanon menjadi prioritas utama," katanya.
Jibran Basil, pemimpin Gerakan Patriotik Bebas Kristen, mengatakan di Twitter bahwa "semua bersama rakyat Akkar."
“Kami memperingati para korban dengan welas asih dan berharap kesembuhan segera bagi yang terluka,” tulisnya di Twitter.(AA)