• News

ASDP Perluas Pembayaran Non Tunai ke Pelabuhan Penajam dan Batam

yahya | Jum'at, 04/06/2021 18:17 WIB

ASDP Perluas Pembayaran Non Tunai ke Pelabuhan Penajam dan Batam Transaksi non tunai di pelabuhan penyeberangan PT ASDP Indonesia Ferry. Foto: asdp/katakini.com

Katakini.com - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memperluas digitalisasi penyeberangan dengan menghadirkan metode pembayaran cashless atau non tunai dalam pembelian tiket penyeberangan ke sejumlah pelabuhan di Batam, Kepulauan Riau dan Pelabuhan Penajam, Kalimantan Timur.

Sebelumnya layanan cashless telah diterapkan di lintasan Ujung-Kamal, Surabaya, Jawa Timur pada awal tahun 2021.

Beberapa pelabuhan peyeberangan di Batam yang kini melayani cashless adalah Pelabuhan Telaga Punggur dan Tanjung Uban.

"Pengguna jasa semakin dimudahkan dalam pembelian tiket ferry dengan hadirnya layanan pembayaran cashless ini. Tahun ini, mulai dari lintasan Ujung-Kamal, Surabaya, dilanjutkan penjualan tiket lintasan Patimban-Panjang-Pontianak melalui Hotline WA, dan go live di Penajam, Balikpapan pada awal Mei, dan sejak (2/6) juga telah dimulai di Telaga Punggur - Tanjung Uban, Batam," Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Shelvy Arifin di Jakarta, Jumat (4/62021).

Menurutnya, metode pembayaran yang dimodernisasi dengan non-tunai menggunakan kartu uang elektronik yang dilakukan secara bertahap ini sejalan dengan beleid Kementerian Perhubungan PM No. 19 tentang Penyelenggaraan Tiket Angkutan Penyeberangan Secara Elektronik, yang akan diterapkan di seluruh lintasan dan pelabuhan yang dikelola oleh ASDP.

"Sejak tahun lalu kami fokus dan konsisten dalam digitalisasi bisnis sebagai wujud komitmen kami merubah wajah penyeberangan menjadi lebih modern. Metode pembayaran secara cashless ini juga mendukung upaya Pemerintah di era pandemi Covid-19 ini untuk mengurangi transaksi pembayaran secara fisik melalu petugas loket di pelabuhan," kata Shelvy.

Pembayaran dengan non tunai atau menggunakan kartu uang elektronik menjadi salah satu opsi yang dibuka dalam program digitalisasi selain pembayaran tunai. Tidak ada biaya tambahan yang dikenakan kepada pengguna jasa. Hanya saja, untuk biaya pembelian dan pengisian ulang kartu elektronik mengikuti ketentuan bank penerbit dari masing-masing kartu elektronik tersebut.

Antusiasme pengguna jasa yang membeli tiket ferry dengan metode pembayaran cashless terus meningkat.

"Kami lihat masyarakat semakin teredukasi, membeli tiket ferry dan melakukan pembayaran dengan kartu elektronik yang prosesnya simpel, mudah dan cepat," tutur Shelvy.