Kasus yang ditemukan tersebut, yakni dinas dukcapil setempat tidak langsung mencetak print ready record (PRR) atau data KTP elektronik siap cetak. "PRR yang bisa dicetak segera habiskan hari itu. Cek, bila habis pimpinan cari solusi, pinjam ke daerah lain yang masih ada atau minta tolong ke pusat," kata Zudan. Zudan berpesan tentang tugas yang kerap dilupakan kadis dukcapil provinsi karena banyak kadis provinsi merasa tidak punya kerjaan.
Baca juga :
Keith Urban Ubah Lirik Lagu yang Terinspirasi Romansa Nicole Kidman untuk Gitaris Barunya
"Padahal di PP 40 Tahun 2019 tugas dinas Dukcapil provinsi ada 15, tugas provinsi sebagai daerah otonom dan wakil pemerintah pusat di daerah. Saya minta kadis Dukcapil provinsi harus lebih aktif lagi. Banyak kadis provinsi tidak bekerja maksimal, sehingga merasa tidak punya kerjaan," katanya.Keith Urban Ubah Lirik Lagu yang Terinspirasi Romansa Nicole Kidman untuk Gitaris Barunya
Padahal, katanya, pekerjaan kepala dinas dukcapil provinsi itu banyak sekali, namun malah tidak dikerjakan. "Terima kasih buat kadis provinsi yang sudah menjalankan tugasnya," ujarnya. Sebelumnya, Zudan melakukan kunjungan sidak ke sejumlah kabupaten di DIY, Jawa Barat, dan Jawa Tengah selama lima hari sejak tanggal 19 hingga 23 Mei 2021. Secara umum, kualitas layanan adminduk meningkat saat dirinya turun ke 12 kabupaten kota. Layanan makin cepat hanya hitungan menit, kantor bersih, toilet bersih. Begitu juga tanda tangan elektronik berjalan baik, meski kadis sedang tidak ada di kantor, dokumen kependudukan tetap selesai. Tidak ada daerah yang kehabisan blanko.
"Semua tercukupi sehingga data KTP elektronik siap cetak, dengan cepat bisa langsung dicetak," katanya seperti diberitakan antaranews.





















