Ilustrasi ekonomi. (foto: Shutterstock/Sergey Nivens)
Katakini.com – Pemerintah menargetkan tumbuhan/" style="text-decoration:none;color:#228239;font-weight: 700;">pertumbuhan ekonomi di kuartal II 2021 akan berada di level 7 persen setelah terkontraksi 0,74 persen di kuartal I 2021.
Direktur Eksekutif CORE Indonesia, Mohammad Faisal mengungkapkan target tersebut terlampau ambisius.
“7 persen terlalu ambisius, terlalu optimistis,” kata Faisal kepada Anadolu Agency, Kamis.
Penilaian ini, lanjut Faisal karena pemulihan di sisi konsumsi masyarakat belum kuat.
Sementara, lanjut dia, produk domestik bruto PDB Indonesia 57 persennya disumbangkan oleh konsumsi rumah tangga.
Dia memproyeksi ekonomi hanya tumbuh sekitar 4 sampai 5 persen di kuartal mendatang.
Proyeksi ini menurut Faisal lebih mampu dicapai karena sejumlah indikator menunjukkan konsumsi rumah tangga masih terbatas pemulihannya.
“Baik indeks penjualan riil, penyaluran kredit properti, inflasi, dan lain-lain,” lanjut dia.
Satu-satunya yang meningkat, kata dia, hanya pembelian kendaraan bermotor karena ada insentif PPnBM.
“Tetapi kontribusi konsumsi transportasi hanya 3 persen terhadap total konsumsi masyarakat di Indonesia,” ujar Faisal.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menargetkan tumbuhan/" style="text-decoration:none;color:#228239;font-weight: 700;">pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal II 2021 melesat kurang lebih 7 persen.
Dia berharap target tumbuhan/" style="text-decoration:none;color:#228239;font-weight: 700;">pertumbuhan ekonomi sebesar 7 persen bisa dicapai dengan kerja keras dan didukung salah satunya oleh program vaksinasi Gotong Royong.
Pasalnya, Jokowi berharap dengan program vaksinasi mandiri oleh perusahaan, kinerja pabrik atau sektor industri kembali berjalan normal dan berefek positif pada produksi.(AA)