Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Sufmi Dasco Ahmad (foto: dok. ri)
Katakini.com - Dewan Perwakilan Rakyat mengecam serangan Israel terhadap warga Palestina beberapa hari belakangan.
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Sufmi Dasco Ahmad prihatin terhadap warga Palestina yang harus merayakan Idulfitri di tengah serangan tentara Israel.
“Tragedi kemanusiaan ini harus segera diakhiri karena sudah terlalu banyak memakan nyawa orang tak berdosa,” kata Dasco dalam keterangannya , Senin.
Ketua Harian Partai Gerindra tersebut mendesak pemerintah melancarkan protes keras dan turut berperan aktif menyuarakan perdamaian.
Menurut Dasco, amanat konstitusi Indonesia yang mengatakan bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa harus disuarakan dengan lantang di tingkat internasional.
—Desak PBB ambil langkah nyata
Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) juga mengecam kekerasan Israel di Yerusalem Timur.
Wakil Ketua BKSAP Achmad Hafisz Tohir mendukung sikap pemerintah Indonesia yang mengutuk agresi Israel terhadap warga Palestina.
“Kutukan dan kecaman terhadap Israel selama lebih dari tujuh dekade terbukti tidak menjerakan kesewenang-wenangan Israel,” kata Achmad dikutip dari laman DPR, Senin.
Menurut Achmad, Israel makin percaya diri jika dunia internasional tidak mengambil langkah konkret.
Maka dari itu, Achmad berpandangan, situasi saat ini harus menjadi momentum PBB untuk menegakkan hukum internasional.
Bahkan, kata Achmad, komunitas global perlu mempertimbangkan gagasan pengiriman penjaga perdamaian internasional ke zona konflik di bawah bendera PBB.
Achmad mengungkapkan, kredibilitas PBB dapat tergerus apabila tidak bisa mengambil tindakan tegas terhadap Israel.
“Terkait hal itu, terdapat urgensi mendesak untuk memperkuat peran PBB termasuk agar lebih demokratis dan independen,” ucap Achmad.
“Menggalang solidaritas dan dukungan, terutama politik, dari anggota parlemen sedunia untuk menjaga harapan pendirian negara Palestina yang berdaulat, demokratis, dan layak,” sambung dia.
Menurut Kementerian Kesehatan Palestina, korban tewas akibat serangan Israel di Jalur Gaza pada Minggu bertambah menjadi 197, termasuk 58 anak-anak dan 34 wanita.
Jumlah korban luka mencapai 1.235 orang, sedangkan puluhan bangunan hancur atau rusak.
Ketegangan yang dimulai di Yerusalem Timur pada bulan suci Ramadan menyebar ke Gaza setelah kelompok perlawanan Palestina berjanji untuk membalas serangan Israel di Masjid Al-Aqsa dan Sheikh Jarrah.
Israel menduduki Yerusalem Timur, tempat Al-Aqsa berada, selama perang Arab-Israel 1967 dan mencaplok seluruh kota pada 1980, sebuah langkah yang tidak pernah diakui oleh komunitas internasional.(AA)