• News

Hari Pertama Pengedalian Mudik, Penerbangan di Bandara Soetta Turun 90%

yahya | Kamis, 06/05/2021 18:43 WIB

Hari Pertama Pengedalian Mudik, Penerbangan di Bandara Soetta Turun 90% Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten. Foto: ap2

Katakini.com - Hari pertama masa peniadaan mudik lebaran 1442 H/2021, jumlah penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) turun hingga 90% dibandingkan dengan hari sebelumnya.

“Ketentuan peniadaan mudik pada hari pertama, 6 Mei 2021, berjalan optimal di bandara-bandara AP II. Lalu lintas penerbangan di bandara AP II, termasuk Bandara Soekarno-Hatta yang merupakan bandara terbesar di Indonesia, mengalami penurunan hingga 90% dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya. ” kata President Director AP II Muhammad Awaluddin saat meresmikan Posko Pengendalian Transportasi Udara Selama Masa Idul Fitri Tahun 1442 H di Tangerang, Banten, Kamis (6/5/2021).

Awaluddin mengatakan, penurunan ini menandakan perjalanan memang tidak dilakukan masyarakat, kecuali dalam keadaan mendesak.

“Bandara-bandara AP II ingin turut berkontribusi dalam upaya pencegahan penyebaran COVID-19 dengan menjalankan ketentuan peniadaan mudik dengan baik,” jelas Muhammad Awaluddin.

Adapun penerbangan yang ada di bandara-bandara AP II hari ini sudah mampu mengakomodir kebutuhan bagi pelaku perjalanan dengan keperluan mendesak.

Sejumlah maskapai telah mengkonfirmasi tidak melayani penerbangan di bandara-bandara AP II pada 6 - 17 Mei 2021, sebagai upaya mendukung pemerintah terkait ketentuan peniadaan mudik guna mencegah penyebaran COVID-19.

Bagi calon penumpang yang sebelumnya sudah memiliki tiket penerbangan di tanggal itu, maskapai memberikan sejumlah opsi, seperti yang diinformasikan oleh Lion Air Group yaitu: proses pengembalian dana (refund), proses perubahan jadwal keberangkatan (reschedule and rebook), dan proses perubahan rute penerbangan (reroute).

Pada kesempatan itu Awaluddin mengatakan, posko di 19 bandara AP II bertugas antara lain untuk menjalankan fungsi monitoring dan pemeriksaan dokumen-dokumen atau surat-surat keterangan tersebut.

Posko-posko di bandara AP II ini juga terintegrasi dan terkoneksi dengan posko nasional di Kemenhub.

“Akses CCTV dan FIDS [Flight Information Display System] yang ada di posko di 19 bandara AP II terhubung langsung dengan posko di Kemenhub, sehingga memperkuat pengawasan oleh regulator,” ujar Awaluddin.

“Seluruh direksi AP II akan bergiliran setiap harinya untuk menjalani tugas sebagai pemimpin operasional posko, mengawasi langsung operasional bandara selama masa larangan atau peniadaan mudik, memastikan ketentuan peniadaan mudik berjalan optimal," imbuhnya.