• Bisnis

Ini Paparan Detil Bos RNI Tentang Holding BUMN Pangan

Eko Budhiarto | Kamis, 29/04/2021 16:23 WIB

 Ini Paparan Detil Bos RNI Tentang Holding BUMN Pangan Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia/RNI (Persero) Arief Prasetyo Adi

Katakini.com - Direktur Utama PT RNI Arief Prasetyo Adi mengungkapkan latar belakang pembentukan holding BUMN Klaster pangan. Terkait hal itu, Arief juga menjelaskan tentang rencana prioritas jika holding tersebut terbentuk.

"Prioritasnya dalam meningkatkan ketahanan pangan, kami akan berupaya meningkatkan hasil pertanian, perikanan dan peternakan melalui penambahan luas lahan," ujar Direktur Utama PT RNI Arief Prasetyo Adi dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Kamis (29/4/2021).

Selanjutnya, holding BUMN akan meningkatkan kemitraan, transparansi harga, serta penurunan biaya logistik melalui konsolidasi supply chain.

"Kalau kita urut sebenarnya latar belakang dibentuknya holding BUMN pangan sejalan dengan visi misi pemerintah dalam transformasi di sektor pangan," jelas Arief.

Di sisi lain, Arief mengakui adanya beberapa tantangan yang mendorong pembentukan holding BUMN klaster pangan. Pertama, tingkat ketahanan pangan yang masih perlu ditingkatkan. Berdasarkan Global Food Index, angkanya 62 dari 113 negara.

"Beberapa isu lainnya seperti kita ingin meningkatkan inklusivitas atau kesejahteraan petani, nelayan dan peternak yang diukur biasanya dengan nilai tukar," ujar Arief.

Tantangan selanjutnya adalah operational excellence dan modernisasi teknologi.

Tiga tantangan ini lah, menurut Arief, yang melatarbelakangi pembentukan holding BUMN pangan.

Dalam rangka percepatan pembentukan holding BUMN klaster pangan telah dibentuk Project Management Office (PMO) yang dibagi menjadi tujuh stream. Yakni, pertama adalah portofolio, bussiness development, bussiness integration. Kedua, finance, funding, dan investment.

PMO ketiga adalah SDM, organisasi dan budaya. Kemudian keempat yakni optimalisasi aset dan PMO kelima adalah supply chain management serta IT.

Selanjutnya, PMO keenam adalah legal, good corporate governance, internal audit dan risk management. Dan terakhir yang ketujuh yaitu holding strategy dan transformation.

Keywords :


Arief Prasetyo Adi RNI
.