Menteri Luar Negeri Malaysia Hishammuddin Hussein. ( foto: Anadolu Agency )
Katakini.com - Presiden Majelis Musyawarah Ormas Islam Malaysia (MAPIM) Mohd Azmi Abdul Hamid menilai pernyataan Menteri Luar Negeri Malaysia Hishammuddin Hussein yang menyebut China sebagai saudara tua sebagai langkah tidak wajar dan tidak bijak.
"Lebih bijak untuk tidak menggunakan bahasa yang berimplikasi bahwa Malaysia akan berada di bawah pengaruh China," kata Azmi dalam keterangan tertulisnya, Senin.
Menurutnya, di tengah tantangan perlambatan ekonomi akibat pandemi Covid-19, negara rentan seperti Malaysia harus waspada berurusan dengan negara yang cenderung mendominasi negara lain.
Azmi berpandangan China dan Amerika Serikat bersaing mencari peluang menggunakan kekuatan masing-masing untuk menguasai ekonomi Malaysia.
Negara-negara besar itu, terang Azmi, sedang mencari kesempatan menarik sebanyak mungkin negara kecil yang dapat dieksploitasi.
Malaysia, kata Azmi, tak sepatutnya menunjukkan kecenderungan kepada China dikarenakan isu Laut China Selatan masih belum selesai.
Banyak tindakan China yang dinilai Azmi malah mengundang respons Amerika Serikat yang berpotensi menciptakan konflik.
"Kita harus mencegah kawasan ASEAN menjadi medan pertempuran antara dua kuasa besar," ujar Azmi.
Azmi pun berpendapat hal yang perlu ditekankan dalam konteks relasi dengan negara adidaya adalah kebijakan hubungan yang netral agar Malaysia tidak digunakan untuk kepentingan manapun.
Sebelumnya, sebutan “saudara tua” dilontarkan Hishammuddin saat menggelar konferensi pers bersama Menteri Luar Negeri China Wang Yi usai melakukan kunjungan kerja di Fujian.
Pernyataan Hishammuddin itu kemudian menuai kritik dari kelompok oposisi serta pengguna media sosial.(aa.com.tr)