Ketua Komite III DPD RI Sylviana Murni.
Katakini.com – Pandemi Covid-19 memiliki dampak di pelbagai sektor. Salah satu sektor yang terkena adalah pariwisata. Padahal pariwisata memiliki kontribusi cukup besar terhadap devisa.
“Perlu percepatan pemulihan dengan memperhatikan karakteristik permintaan pariwisata baik domestik maupun internasional,” kata Ketua DPD RI Sylviana Murni dalam rapat kerja dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif RI (Menparekraf) Sandiaga Salahudin Uno yang dilakukan secara virtual (29/3/2021).
Salah satu yang diberikan penekanan menyangkut program sertifikasi Cleanliness, Health, Safety dan Environment (CHSE).
“Program CHSE memiliki nilai strategis karena memadukan antara upaya preventif dan penanggulangan pandemi Covid-19 sekaligus menumbuhkan daya tarik bagi wisatawan berwisata nyaman di masa pandemi,” ujar Sylviana Murni.
Pada kesempatan itu Komite II DPD RI meminta Kemenparekraf melanjutkan dan memperluas kampanye Indonesia Care dengan menekankan pada perluasan target dan jangkauan sertifikasi CHSE bagi para pelaku usaha parekraf dan re-skilling serta up-skilling sumber daya manusia parekraf.
“DPD juga mendukung dan memprioritaskan pembangunan sektor pariwisata berupa program penguatan kelembagaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) dan Usaha Kecil, Mikro dan Menengah (UMKM), untuk mengembangkan potensi desa wisata yang ada di seluruh wilayah Indonesia,” katanya.
Komite II DPD juga mendorong legalisasi pendapatan negara dari sektor pariwisata menjadi sumber dana bagi hasil, selain sumber daya alam dan sumber daya lainnya, melalui revisi UU No 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.
Disamping itu, Komite III DPD RI sebagai representasi daerah akan turut mendorong Pemerintah Daerah untuk mendukung kebijakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI secara proporsional.