• Ototekno

Pemerintah Dorong Perbankan Biayai Pembangunan Smart Grid

Akhyar Zein | Rabu, 24/02/2021 20:53 WIB
 Pemerintah Dorong Perbankan Biayai Pembangunan Smart Grid Petugas PLN Unit Induk Distribusi Bali tengah memantau kondisi pasokan listrik di ruang monitor (foto dok. PLN)

Katakini.com– Pemerintah mendorong industri perbankan menyalurkan pendaraan untuk membiayai pembangunan infrastruktur smart grid atau jaringan listrik pintar.

Direktur Jenderal Ketenegalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rida Mulyana mengatakan smart grid merupakan teknologi yang termasuk relatif baru bagi Indonesia.

Teknologi ini akan meningkatkan keandalan dan mampu menciptakan keandalan dan efisiensi di pembangkit, transmisi dan distribusi listrik.

"Untuk mengakselerasi pengembangan smart grid harus memahami prinsip, teknologi, dan regulasi. Termasuk bagaimana sektor perbankan bisa mendorong teknologi ini," jelas dia, dalam siaran pers, Rabu.

Smart grid merupakan jaringan listrik pintar yang mengintegrasikan aksi-aksi atau kegiatan dari semua pengguna, dari pembangkit hingga konsumen dengan efisien, berkelanjutan, ekonomis dan suplai listrik yang aman.

Pemerintah mengintegrasikan pembangunan smart grid ini pada Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN yang saat ini sedang dalam tahap finalisasi.

"Kami menargetkan akan membangun lima smart grid setiap tahun hingga akhir 2024," ungkap Rida.

"Ini juga bisa membantu mempercepat proses elektrifikasi," sambung dia.

Pemerintah daerah bisa ikut menyediakan anggaran pembangunan smart grid agar mempercepat pencapaian rasio elektrifikasi di daerahnya masing-masing.

Menurut Rida smart grid mempunyai keunggulan bisa mengurangi susut pada jaringan distribusi serta dapat digunakan untuk pengembangan distributed generation.

Jaringan ini juga meningkatkan integrasi energi terbarukan dalam skala yang besar dan mampu menurunkan tarif listrik dengan mengendalikan beban puncak.

“Smart grid ini memungkinkan adanya partisipasi pelanggan dalam penyediaan tenaga listrik berbasis sumber energi setempat,” ujar dia.