Kyaw Tint Swe, salah satu pembantu terdekat Aug San Suu Kyi ditahan junta Myanmar pada Rabu malam. (foto volatirenet.or)
Katakini.com- Junta Myanmar menahan Kyaw Tint Swe, salah satu pembantu terdekat Aung San Suu Kyi pada Rabu malam dalam gelombang baru di tengah sanksi yang dikeluarkan Presiden AS Joe Biden.
Penangkapan ini disampaikan langsung pejabat Liga Nasional untuk Partai Demokrasi Kyi Toe dalam posting di Facebook.
Kyaw Tint Swe pernah menjabat sebagai Menteri Kantor Penasihat Negara di bawah Suu Kyi, yang telah ditahan sejak militer melancarkan kudeta pada 1 Februari lalu.
Kyi Toe, yang juga Anggota komite informasi Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD), mengatakan Kyaw Tint Swe dan empat lainnya telah diambil dari rumah mereka.
Dalam sebuah pernyataan, Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP), yang memonitor penangkapan sejak kudeta, mengatakan Nyi Pu, menteri utama Negara Bagian Rakhine, juga termasuk di antara mereka yang ditahan.
AAPP menyampaikan sebanyak 220 orang - dari politisi NLD hingga aktivis, guru dan anggota masyarakat sipil - telah ditangkap sejak militer melancarkan kudeta, katanya, dengan 200 orang masih ditahan.
Dari jumlah itu, dua orang dijatuhi hukuman dua tahun penjara dan 20 lainnya dibebaskan.
Sementara itu, sebanyak 200 orang masih ditahan, termasuk dua orang yang divonis.
Sementara itu, Presiden AS Joe Biden pada Rabu mengumumkan sanksi kepada Myanmar untuk melawan para jenderal Myanmar dan mengembalikan demokrasi negara tersebut dari kudeta militer.
Biden mengatakan, pemerintahannya memutus akses keuangan para pemimpin militer Myanmar ke dana USD1 miliar (Rp 13,9 triliun) di AS dan segera mengeluarkan sanksi baru.
"Saya kembali menyerukan kepada militer Burma untuk segera membebaskan para pemimpin dan aktivis politik demokratis yang sekarang mereka tangkap, termasuk Aung San Suu Kyi dan Presiden Win Myint," kata Biden.(Anadolu Agency)