• News

53 Taliban dan 13 Tentara Afghanistan Tewas Dalam Bentrokan Selama 24 jam

akhyar | Jum'at, 08/01/2021 07:01 WIB

53 Taliban dan 13 Tentara Afghanistan Tewas Dalam Bentrokan Selama 24 jam Pasukan Kemanan Afghanistan

Katakini.com - Setidaknya 53 gerilyawan Taliban dan 13 pasukan keamanan Afghanistan tewas dalam 24 jam terakhir pada bentrokan dan aksi kekerasan di seluruh negeri di tengah jeda pembicaraan perdamaian intra-Afghanistan.

Kementerian Pertahanan mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa serangan besar-besaran oleh Taliban di distrik Arghandab dan Khakrez di provinsi Kandahar selatan berhasil dipukul mundur pada Rabu malam.

Dia menambahkan bahwa 53 pemberontak tewas dan 15 lainnya terluka dalam serangan balasan oleh pasukan Afghanistan.

Taliban belum mengomentari pernyataan itu tetapi telah mengklaim bertanggung jawab atas penyerangan terhadap pos pemeriksaan keamanan di utara provinsi Kunduz.

"Tujuh pasukan keamanan tewas, 9 orang ditahan termasuk 2 komandan [Aman & Majeed] serta senjata atau peralatan disita," kata juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid tweeted.

Di tempat lain, serangan bom bunuh diri terhadap pangkalan Tentara Nasional Afghanistan di provinsi Uruzgan tengah menewaskan sedikitnya enam tentara, kata anggota dewan provinsi Mohammad Kareem, kepada Anadolu Agency.

Dia menambahkan, insiden itu terjadi pada Rabu malam di ibu kota provinsi, Tarinkot.

Sehari sebelumnya, perwakilan pemerintah Afghanistan dan Taliban mengumumkan mereka akan memulai pembicaraan penting atas agenda perundingan perdamaian di ibu kota Qatar, Doha, pada Sabtu besok.

Pembicaraan di Doha dilanjutkan pada Rabu setelah jeda 21 hari yang diumumkan oleh kedua belah pihak.

Sementara itu, Pakistan menyambut baik dimulainya putaran kedua perundingan Intra-Afghanistan di Doha.

Kedua pihak telah membuat kemajuan signifikan dengan menyelesaikan aturan dan prosedur bulan lalu dan sekarang telah berkumpul kembali untuk bernegosiasi tentang masalah-masalah substantif, kata kementerian luar negeri Pakistan dalam sebuah pernyataan.

"Kami berharap kedua pihak yang berunding akan terus terlibat dengan pikiran terbuka dan akan mengamati kesabaran, kehati-hatian dan ketekunan untuk mengambil kesempatan bersejarah ini untuk perdamaian," sebut dia.

Pembicaraan itu bertujuan untuk mengakhiri konflik hampir dua dekade menyusul kesepakatan perdamaian penting antara AS dan Taliban yang ditandatangani pada Februari tahun lalu yang menyerukan penarikan semua pasukan asing dari Afghanistan.(Anadolu Agency)