• News

Pemerintah Klaim Kepatuhan Pemilih Dalam Pilkada Capai 90 Persen

akhyar | Jum'at, 11/12/2020 11:45 WIB

Pemerintah Klaim Kepatuhan Pemilih Dalam Pilkada Capai 90 Persen Salah satu TPS sedang melakukan proses pencoblosan suara

Katakini.com - Pemerintah mengklaim tingkat kepatuhan pemilih pada protokol kesehatan dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 cukup tinggi.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan tingkat kepatuhan itu merupakan hasil pemantauan sistem monitoring Bersatu Lawan Covid-19 (BLC) Perubahan Perilaku.

Rata-rata kepatuhan individu memakai masker di area TPS sebesar 95,96 persen sedangkan rata-rata kepatuhan menjaga harak dan menjauhi kerumunan sebesar 90,71 persen.

"Dari hasil pemantauan sistem monitoring BLC Perubahan Perilaku, dari 32 provinsi yang melingkupi 309 kabupaten/kota, sebanyak 178.039 orang mendapat sanksi berupa teguran," jelas Wiku pada Kamis sore.

Namun dari kepatuhan institusi dan kesediaan fasilitas penunjang, seperti tempat cuci tangan, disinfektan, petugas pengawas penerapan protokol kesehatan terlihat masih rendah, persentasenya dibawah 50 persen.

"Hal ini sangat disayangkan, terlebih mengingat tingginya kepatuhan pemilih saat pilkada," lanjut Wiku.

"Hasil pantauan menunjukkan aman dan terkendali, baik dari sisi teknis penyelenggaraan, maupun dilihat dari penerapan protokol kesehatan," tambah dia.

Untuk pemantauan pilkada ini, kata Wiku juga sudah dilakukan sejak dua bulan terakhir menggunakan sistem monitoring BLC Perubahan Perilaku kepada 164,5 juta jiwa dengan 42,4 juta titik pemantauan yang tersebar di 512 kabupaten/kota dan 34 provinsi.

"Oleh karena itu, saya meminta kepada Satgas di daerah untuk terus melakukan penegakan disiplin secara konsisten dan tanpa pandang bulu. Kepada masyarakat yang tidak patuh terhadap protokol kesehatan, khususnya pada rangkaian pilkada serentak yang masih berlangsung," pungkas Wiku.