Anggota Komisi VI DPR RI F-PKB Tommy Kurniawan. Foto: tempo
Katakini.com - Politikus PKB yang juga Anggota Komisi VI DPR RI, Tomny Kurniawan menyayangkan PT Pindad kesulitan mendapatkan bahan baku lokal kualitas baik untuk produksi alat-alat pertahanan nasional.
“Salah satu contohnya adalah mau bikin kendaraan anti peluru, tidak ada baja yang anti peluru di Indonesia. Kemudian selongsong peluru juga tidak ada di Indonesia,” kata Tommy dalam siaran pers di Jakarta, Sabtu (28/11/2020).Saat ini, sebanyak 70 persen komponen bahan baku yang dibutuhkan industri pertahanan dalam membuat produk-produknya masih berasal dari luar negeri. “Kalau saat ini 70 persen bahannya dapat dari luar negeri. Mudah-mudahan dengan adanya dorongan (dari Komisi VI DPR RI) ini, bisa berubah, komponen luar negerinya bisa 30 persen, komponen dalam negerinya bisa 70 persen,” harap legislator daerah pemilihan (dapil) Jawa Barat V itu.Selain itu, dalam rangka meningkatkan pengembangan kapabilitas industri pertahanan nasional dan daya saing industri pertahanan dalam negeri, Tommy menyampaikan agar Pindad untuk fokus terhadap core business yang saat ini dilakukan.