• News

Ambisi Pimpin Pasar ASEAN, AP II Percepat Transformasi Digital di Soetta

yahya | Minggu, 22/11/2020 22:15 WIB

Ambisi Pimpin Pasar ASEAN, AP II Percepat Transformasi Digital di Soetta Transportasi nirawak di Bandara Soekarno-Hatta. Foto: katakini/ap2

Katakini.com – PT Angkasa Pura II (Persero) mempercepat transformasi perusahaan berbasis teknologi di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) dengan mengenalkan program Transformation 2.0 yang dijalankan pada 2020 – 2024. Program ini merupakan keberlanjutan dari Transformation 1.0 yang diterapkan sepanjang 2016 – 2020.

President Director PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan, salah satu fokus di dalam kedua program transformasi itu adalah pengembangan aspek Infrastruktur & Operasi (Infrastructure & Operation System), di samping juga Business & Portfolio dan Human Capital.

"Pengembangan aspek Infrastructure & Operation System pada Transformation 2.0 mengarah ke implementasi teknologi modern atau advanced technology," kata Awaluddin melalui keterangan pers yang diterima katakini.com di Jakarta, Minggu (22/11/2020).

Menurutnya, penerapan konsep tersebut merupakan salah satu jalan untuk menjadi pemimpin pasar operator bandara di ASEAN.

"On Becoming Airport Enterprise Leader in The Region,” tegas Awaluddin.

Di dalam menerapkan advanced technology, AP II memilih Bandara Soekarno-Hatta sebagai pilot project.

Alasannya, Bandara Soekarno-Hatta merupakan bandara terbesar dan tersibuk di Indonesia yang memiliki kapasitas dan kapabilitas dalam menerapkan inovasi teknologi serta akselerasi digital demi meningkatkan pelayanan kepada traveler.

“Salah satu penerapan advanced technology yang sangat mungkin segera diterapkan di Bandara Soekarno-Hatta adalah terkait dengan transportasi tak berawak atau unmaned transportation pada Skytrain yang merupakan moda penghubung antar terminal,” ujarnya.

Awaluddin mengaku, skytrain saat ini sudah siap untuk dioperasikan secara nirawak karena teknologi yang ada memungkinkan untuk itu.

"Implementasi moda nirawak juga akan dikembangkan pada alat transportasi lainnya,” jelasnya.

Di samping unmaned transportation, fasilitas yang akan dikembangkan untuk meningkatkan journey experience bagi traveler adalah robotic airport services. Saat ini robotic airport services yang sudah dioperasikan di Bandara Soekarno-Hatta semisal robot pembersih lantai (robotic scrubber drier) di Terminal 3.

Penerapan robotic airport services ke depannya bisa saja antara lain terkait dengan pemberian informasi secara lengkap bagi traveler mengenai gate keberangkatan, jadwal penerbangan, area yang ingin ditujunya dan sebagainya.

“Terminal 4 yang akan dibangun di Bandara Soekarno-Hatta juga mengusung konsep smart mobility, smart security dan smart environment. Terminal 4 akan menjadi terminal penumpang pesawat tercanggih di Indonesia,” ungkap Awaluddin.