Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Irjen Pol Boy Rafli Amar mengucapkan sumpah jabatan saat acara pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (6/5/2020).
Katakini.com - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) di bawah pimpinan Komisaris Jenderal Boy Rafli Amar yang dilantik menjadi kepala lembaga antiteror sekitar lima bulan itu lebih fokus melakukan pencegahan terorisme.
Ia menegaskan potensi sebaran informasi tak benar yang bisa menggiring masyarakat pada ideologi radikal terorisme di Indonesia sangat besar, karena catatan pengguna media sosial sangat tinggi.
"Ada seratus dua puluh juta pengguna media sosial di Indonesia. Artinya para pemilik akun itu berpotensi mendapatkan informasi-informasi yang bermuatan ideologi radikal terorisme. Di sinilah kenapa literasi sangat urgent dilaksanakan," tambah Boy Rafli.
Mantan Wakil Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri ini juga mengatakan, literasi sangat diperlukan utamanya untuk melindungi generasi muda sebagai pengguna terbesar mesia sosial. "Dengan memperkuat literasi kita juga menyelamatkan generasi muda yang merupakan target utama perekrutan oleh jaringan pelaku terorisme," tegasnya.
Dialog penguatan literasi, masih kata Boy Rafli, juga bertujuan memberikan petunjuk ke masyarakat bagaimana menghindari informasi-informasi keliru yang tidak sesuai dengan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Nilai-nilai luhur yang dimaksudnya adalah kemampuan mengaktualisasi diri bersedia menerima adanya perbedaan dengan orang lain di lingkungannya.