Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PKS, Netty Heryawan.
Katakini.com - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) meminta pemerintah bertanggung jawab meredakan gelombang penolakan UU Cipta Kerja (Ciptaker) yang meluas ke daerah-daerah. Bukan hanya datang dari kalangan buruh, mahasiwa dan pelajar, bahkan kini melibatkan akademisi hingga pimpinan daerah.
"Jangan bersikap seolah bersembunyi tangan setelah melempar batu," ujar Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI, Netty Prasetiyani Aher dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (10/10/2020).Netty menilai unjuk rasa meluas karena pemerintah kurang terbuka dan transparan terkait isi undang-undang Ciptaker secara utuh dan menyeluruh. "Tolong tunjukkan dengan jujur mana naskah final Undang-Undang Ciptaker hasil pembahasan Panja dan Timus Baleg DPR RI? Jangan lakukan pembiaran atas tafsir yang beredar di masyarakat dengan menyebut hal tersebut sebagai hoax, namun tidak ada klarifikasi dengan bukti naskah asli. Bagaimana mungkin bisa terjadi sebuah undang-undang disahkan sementara anggota panja-nya saja saja mengaku belum menerima naskah otentiknya?," ucap Netty.Sejak awal, diluncurkan pasal-pasal terkait ketenagakerjaan, investasi dan klaster lainnya dalam RUU Omnibus Law Ciptaker sudah menuai kontroversi.