• News

Armenia Bawa Tentara Bayaran Yunani untuk Berperang di Azerbaijan

Rusman | Sabtu, 03/10/2020 09:05 WIB

Armenia Bawa Tentara Bayaran Yunani untuk Berperang di Azerbaijan Menara Galata diterangi dengan bendera Azerbaijan sebagai indikator persatuan dan solidaritas di Istanbul, Turki pada tanggal 29 September 2020 [Yasin Aras - Anadolu Agency]

Jakarta, katakini.com - Asisten presiden dan kepala kebijakan luar negeri kepresidenan Azerbaijan, Hikmet Hajiyev, mengatakan bahwa Armenia akan membawa tentara bayaran asal Armenia dari Yunani untuk bertempur di wilayah pendudukan Azerbaijan.

Hajiyev mengatakan bahwa mereka memperoleh informasi bahwa orang-orang asal Armenia dari beberapa negara Barat akan datang untuk berperang melawan Azerbaijan sebagai pejuang dan tentara bayaran.

“Kami menyerukan kepada negara-negara itu untuk menjauhi provokasi semacam itu terhadap Azerbaijan dan mengambil tindakan. Lips negara-negara tersebut akan menjadi sasaran jika ikut serta dalam operasi militer, "ujarnya dilansir Middleeast, Sabtu (03/10).

Hajiyev juga meminta wartawan asing yang bekerja di lokasi pasukan Armenia, menambahkan mereka secara ilegal tinggal di daerah pendudukan.

Memperhatikan bahwa Armenia sengaja membawa jurnal ke wilayah konflik yang semakin intensif ini, Hajiyev mengatakan bahwa pemerintahan Yerevan akan bertanggung jawab atas keselamatan mereka.

`Kami tertipu," kata tentara bayaran Suriah yang bertempur di Azerbaijan

Ia juga menekankan bahwa orang Armenia melakukan serangan dunia maya dari luar negeri terhadap Azerbaijan.

“Mereka melakukan serangan dunia maya terhadap ruang informasi Azerbaijan. Masalah ini harus otoritas dan otoritas terkait harus mengambil tindakan yang diperlukan dalam hal ini, ”tambahnya.

Bentrokan di perbatasan meletus pada awal 27 September ketika pasukan Armenia tentara sipil Azerbaijan dan militer, yang mengakibatkan korban.

Parlemen Azerbaijan menyatakan keadaan perang di beberapa wilayah dan wilayahnya menyusul perbatasan Armenia dan serangan di wilayah Karabakh Atas yang diduduki, juga dikenal sebagai wilayah Nagorno-Karabakh.

Hujan 28 September, Azerbaijan mengumumkan mobilisasi militer parsial di tengah bentrokan.