Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian
Katakini.com – Direktur Eksekutif Pilkada Watch/" style="text-decoration:none;color:#228239;font-weight: 700;">Pilkada Watch, Wahyu A Permana mendukung Mendagri Tito Karnavian yang mengajak masyarakat untuk mengingatkan para Calon Kepala Daerah (Cakada) agar tidak menciptakan keramaian saat kampanye jelang Pilkada 2020.
Jika ada kontestan yang masih getol apalagi sampai melanggar protokol kesehatan, Tito mengajak masyarakat merundung kontestan semacam itu. Bahkan tak perlu memilihnya.“Saya memahami dan membenarkan apa yang disampaikan mendagri, dalam artian merundung itu bahwa saat ini kan era media sosial, era netizen menjadi reporter, jika ada pelanggaran kepala daerah yang seperti itu siap-siap akan dirundung oleh masyarakaat (netizen), jadi setuju dengan pendapat Mendagri itu” kata Wahyu dalam rilis persnya, Selasa (15/9/2020).Lebih lanjut, menurut Wahyu Permana, dirundung itu dimaknainya atas pelibatan masyarakat sebagai kontrol sosial untuk memperingatkan para calon pemimpin kepala daerah yang akan berkontestasi sesuai dengan daerah pemilihan masing-masing di Pilkada serentak nanti.“Pemimpin itu adalah figur yang akan menjadi tauladan untuk rakyatnya, bagaimana akan menjadi contoh yang baik jika aturan saja sudah dilanggar, jadi patut dan harus kita astisipasi kandididat-kandidat yang hanya punya syahwat politik, sedangkan keselamatan rakyatnya dari Covid-19 diabaikan,” ujarnya.Sebelumnya diberitakan, Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian mengajak masyarakat merundung calon kepala daerah yang menciptakan keramaian di tengah pandemi Covid-19 dan nekat mengerahkan ratusan massa sehingga tak mempedulikan protokol kesehatan."Kalau ada calon kepala daerah yang masih buat keramaian, kerumunan, rundung saja. Gimana mau jadi pemimpin kalau tidak bisa atur pendukungnya. Bagaimana mau kendalikan Covid-19 kalau sudah terpilih nanti," kata Tito usai Rakor kesiapan Pilkada serentak 2020 dan pengarahan kepada Satgas Covid-19 di Padang, Sumatera Barat, Rabu (26/8/2020).