"Penduduk kita 270 juta lebih dan mayoritas generasi muda, sangat tidak masuk akal jika kita kekurangan calon atlet yang berbakat," kata Jokowi.
Menurutnya, kalau kurang calon (atlet), pasti yang salah manajemennya, bukan kekurangan bakatnya.
"Oleh karena sistem pembinaan atlet nasional sekali lagi harus di-review total," katanya
Jokowi mengatakan, pembinaan atlet harus memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi terbaru.
"Bukan hanya untuk pengembangan pusat pelatihan yang berbasis `science` tapi juga manajemen pelatihan yang lebih baik. Kembangkan sistem informasi dan `big data analytic` yang bisa mendeteksi calon-
calon atlet yang berkualitas," tambah Jokowi.
Jokowi pun memerintahkan Menteri Pemuda dan Olahraga Zainuddin Amali untuk mengajak semua pihak terkait dapat merancang ulang sistem pembinaan atlet secara besar-besaran.
"Dan segera melaporkan hasilnya kepada saya," katanya.
Jokowi menegaskan bahwa sebagai suatu negara besar, Indonesia harus punya nama besar di kompetisi olahraga di arena internasional.
"Kita pernah memiliki nama-nama besar di tingkat internasional di beberapa cabang olahraga dan saat ini kita juga masih punya nama-nama besar. Di kesempatan kali ini saya sampaikan penghargaan kepada para atlet yang telah berjuang mengibarkan bendera Merah Putih dan mengumandangkan Indonesia Raya, yang telah mengharumkan nama Indonesia di arena-arena internasional, kontribusi bapak ibu dan saudara-saudara selalu melekat di coretan sejarah olahraga Indonesia," ungkap Jokowi.
Ia juga mengungkapkan bahwa olahraga mempunyai peran yang sangat penting bagi kehidupan baik sebagai individu maupun sebagai masyarakat dan bangsa.