Jokowi mengatakan, pembinaan atlet harus memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi terbaru.

"Bukan hanya untuk pengembangan pusat pelatihan yang berbasis `science` tapi juga manajemen pelatihan yang lebih baik. Kembangkan sistem informasi dan `big data analytic` yang bisa mendeteksi calon-calon atlet yang berkualitas," tambah Jokowi.

Jokowi pun memerintahkan Menteri Pemuda dan Olahraga Zainuddin Amali untuk mengajak semua pihak terkait dapat merancang ulang sistem pembinaan atlet secara besar-besaran.

"Dan segera melaporkan hasilnya kepada saya," katanya.

Jokowi menegaskan bahwa sebagai suatu negara besar, Indonesia harus punya nama besar di kompetisi olahraga di arena internasional.

"Kita pernah memiliki nama-nama besar di tingkat internasional di beberapa cabang olahraga dan saat ini kita juga masih punya nama-nama besar. Di kesempatan kali ini saya sampaikan penghargaan kepada para atlet yang telah berjuang mengibarkan bendera Merah Putih dan mengumandangkan Indonesia Raya, yang telah mengharumkan nama Indonesia di arena-arena internasional, kontribusi bapak ibu dan saudara-saudara selalu melekat di coretan sejarah olahraga Indonesia," ungkap Jokowi.

Ia juga mengungkapkan bahwa olahraga mempunyai peran yang sangat penting bagi kehidupan baik sebagai individu maupun sebagai masyarakat dan bangsa.