• News

Produksi Migas Pertamina 884,1 Ribu Barel Per Hari

yahya | Senin, 27/07/2020 19:17 WIB

Produksi Migas Pertamina 884,1 Ribu Barel Per Hari Vice President Corporate Communication PT Pertamina, Fajriyah Usman.

Katakini.com - Produksi minyak dan gas bumi (Migas) PT Pertamina (Persero) melalui anak perusahaan di sektor hulu tercatat sebesar 884,1 MBOEPD (ribu barel setara minyak per hari).

Rinciannya, produksi minyak bumi sebesar 414,4 KBOPD (ribu barel minyak per hari) dan produksi gas bumi sebesar 2.721 MMSCFD (juta kaki kubik per hari).

"Data per Juni 2020, total produksi minyak dan gas bumi Pertamina Group sebesar 884,1 MBOEPD," kata Vice President Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman di Jakarta, Senin (27/7/2020).

Meurut Fajriah, dua anak perusahaan hulu Pertamina pun mencatat kinerja positif dengan mencapai target produksi sesuai Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) revisi.

Dua anak usaha tersebut yaitu PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) dengan realisasi produksi sebesar 107% atau 30.459 BOPD, dan PT Pertamina Hulu Sanga-Sanga (PHSS) sebesar 101% atau 12,3 KBOPD.

Sementara itu, tiga anak perusahaan lainnya, PT Pertamina Hulu Energi (PHE) realisasi produksinya tercapai 99,9% (82,2 KBOPD), PT Pertamina EP (PEP) sebesar 99% (80,5 KBOPD), dan PT Pertamina Internasional EP (PIEP) tercatat 96% (99,4 KBOPD).

"Sesuai RKAP revisi, PHM dan PHSS berhasil melampaui target operasi setelah mencatatkan performa baseline (produksi eksisting) yang lebih baik, dan ditambah dengan produksi dari well intervention (intervensi sumur)," kata Fajriah.

Untuk produksi gas bumi, menurut Fajriyah, anak usaha yang berhasil melampaui target adalah PHE yang realisasi produksinya mencapai 102% atau 800,4 MMSCFD.

Pencapaian baik ini ditopang dari Blok ONWJ (Offshore North West Java) dengan produksi tercatat di atas target karena baseline yang baik, kehandalan fasilitas dan production losses yang minimal.

Di sisi lain, PHE juga terus berkoordinasi dengan konsumen dan SKK Migas untuk mengoptimalkan penyerapan dan penyaluran gas ditengah tantangan penurunan demand.

Hal tersebut juga menjadi faktor yang mendorong meningkatnya penyerapan gas di Blok Jambi Merang maupun Blok Tomori. Anak usaha lain, yakni PHI, PEP, dan PIEP mencapai realisasi produksi berturut-turut sebesar 99% (745 MMSCFD), 94% (876 MMSCFD), dan 91% (277 MMSCFD).

“Anak perusahaan hulu migas Pertamina telah berupaya semaksimal mungkin untuk memperkuat ketahanan energi dengan menambah produksi sekaligus memperkuat cadangan migas. Ke depannya, upaya menjaga dan meningkatkan produksi ini akan terus diperkuat, melalui pengeboran sumur, workover, perawatan sumur, serta menjaga keandalan fasilitas produksi demi menghindari unplanned shutdown dalam rangka mencapai target produksi 2020,” ujar Fajriyah. (TIO)