Menteri Keuangan Sri Mulyani
Katakini.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, perekonomian Indonesia diprediksi semakin menurun di kuartal II-2020. Ekonomi nasional diprediksi bakal negatif 3,8% pada kuartal II tahun ini.
Merosotnya perekonomian Indonesia diakibatkan oleh kebijakan pembatasan sosial. Kemerosotan ekonomi tidak hanya dialami Indonesia, melainkan seluruh dunia, bahkan ekonomi global diprediksi banyak lembaga internasional defisit hingga 7%.
"Kita beruntung pada kuartal I bertahan di 2,97%. Namun kuartal II kita alami tekanan kemungkinan dalam kondisi negatif, BKF (Badan Kebijakan Fiskal) bilang -3,8%," kata Sri Mulyani, Sabtu (20/6/2020).
Untuk mengantisipasi penurunan ekonomi, Sri Mulyani menyebut pemerintah sudah merancang program pemulihan ekonomi nasional (PEN) dengan anggaran mencapai Rp 695,2 triliun.
Anggaran ini menyasar sektor kesehatan, jaring pengaman sosial alias bantuan sosial (bansos), dan dukungan dunia usaha berupa insentif pajak hingga fasilitas kredit.
Melalui program PEN, Sri Mulyani berharap ekonomi nasional pada semester II atau kuartal III dan IV-2020 bisa kembali bangkit sehingga laju pertumbuhan ke jalur positif.
"Jadi kondisi apakah semester II atau kuartal III dan kuartal IV apakah kita sudah bisa pulih, sudah tertuang dalam postur APBN yang baru," jelasnya.