Katakini.com - Pandemi virus corona (vovid-19) berdampak serius terhadap peningkatan angka pengangguran di Indonesia. Skenario terburuk, pengangguran di Tanah Air bisa bertambah 5,2 juta orang.
"Pengangguran yang selama 5 tahun turun, akan naik. Skenario berat ada kenaikan 2,9 juta orang dan bisa lebih berat 5,2 juta orang," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani, Selasa (14/4).
Sri Mulyani mengatakan peningkatan angka pengangguran tersebut akan berimplikasi pada kenaikan jumlah penduduk miskin. Agar masalah tersebut tak benar-benar terjadi, pemerintah akan menggeber pelaksanaan program kartu prakerja.
Sasaran program tersebut adalah 5,6 juta masyarakat yang terdampak PHK. Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan Askolani beberapa waktu lalu mengatakan dengan program tersebut nantinya korban PHK yang dinyatakan berhak menerima bantuan akan diberi dana pelatihan Rp1 juta per periode pelatihan.
Peserta program nantinya juga akan diberikan bantuan tambahan senilai Rp600 ribu selama 4 bulan dan insentif mengisi survei sebesar Rp50 ribu selama tiga bulan. Jadi total bantuan korban PHK yang menjadi peserta program Rp3,55 juta.
Bantuan tersebut diharapkan bisa meningkatkan ketrampilan korban PHK sehingga bisa mendapatkan pekerjaan baru yang lebih baik.
"Kami harapkan yang terkena PHK bisa diserap dalam bantuan tersebut," katanya.