• Gaya Hidup

HKN 2019, Ihtiar Lahirkan Konsumen Cerdas

| Kamis, 31/01/2019 08:41 WIB

HKN 2019, Ihtiar Lahirkan Konsumen Cerdas Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil

BANDUNG - Puncak Peringatan Hari Konsumen Nasional (Harkornas) akan digelar  di Kota Bandung, Jawa Barat, pada Maret 2019. Inilah ihtiar untuk melahirkan konsumen cerdas, yakni konsumen yang mengerti hak dan kewajibannya.

Melalui siaran pers, di Bandung, Kamis (31/1), Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil menyatakan, negara berupaya hadir dalam hal pemberdayaan konsumen. Sebab, konsumen kerap berada di pihak lemah dalam transaksi jual beli, baik produk barang maupun jasa.

"Termasuk saya pernah beli barang, tapi tidak sesuai ekspektasi, nah hal-hal seperti ini, bagaimana dengan mudah sebagai konsumen kita bisa mengadu," kata pria yang biasa disapa Emil itu.

Dia mengatakan mengacu pada Undang-Undang No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, perayaan Harkonas adalah untuk meningkatkan pemahaman konsumen mengenai hak dan kewajibannya.

Selain itu, lanjut dia, lewat Harkonas, diharapkan konsumen bisa menjadi subjek penentu kegiatan ekonomi, sekaligus menghadirkan konsumen cerdas yang mencintai produk dalam negeri.

"Kami mendukung dan berterima kasih karena Jawa Barat dipilih sebagai tuan rumah Hari Konsumen Nasional 2019 oleh pemerintah pusat (Kementerian Perdagangan)," katanya.

Gubernur Emil menyebutkan, bahwa kelas konsumen di Indonesia, khususnya di Jawa Barat, memiliki daya beli yang cukup kuat dan kekuatan tersebut disinyalir akan naik dua kali lipat dalam jangka waktu 11 tahun.

Baca juga :
Lisa Mariana Ngamuk
Ia mengatakan hal tersebut menandakan bahwa perlindungan terhadap konsumen pun harus menguat.

"Nah kesadaran itu akan kita luncurkan di bulan Maret 2019, nanti tanggalnya menyusul, sekaligus akan ada peresmian kantor metrologi dan pasar tradisional," katanya.

"Jawa Barat juga mewakili konsumen terbesar karena penduduknya hampir 50 juta jiwa, artinya 20 persennya Indonesia," lanjut Emil.

Selain itu, perdagangan digital di Jawa Barat juga tinggi serta menandakan perlindungan bagi konsumen digital juga perlu diramu sedemikian rupa.

Keywords :


Konsumen Ridwan Kamil
.