Rabu, 04 Nov 2026 • 23:24 WIB
Info MPR

Tingkatkan Kualitas Layanan, Perpustakaan MPR Gelar Literasi Kreatif Meracik Matcha

Tingkatkan Kualitas Layanan, Perpustakaan MPR Gelar Literasi Kreatif Meracik Matcha Perpustakaan MPR RImenggelar kegiatan Literasi Kreatif dengan tema Satu Racikan Matcha, Beragam Kreasi: Kreativitas Generasi Muda Berlandaskan Empat Pilar MPR RI yang berlangsung di Perpustakaan MPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (foto: Humas MPR)

JAKARTA - Perpustakaan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan. Langkah ini diwujudkan melalui penyelenggaraan kegiatan Literasi Kreatif dengan tema "Satu Racikan Matcha, Beragam Kreasi: Kreativitas Generasi Muda Berlandaskan Empat Pilar MPR RI" yang berlangsung di Perpustakaan MPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (4/11).

Hadir dalam kegiatan ini, Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Sistem Informasi, Budi Muliawan, Kepala Bagian Pemberitaan dan Hubungan Antarlembaga MPR RI, Susan Andriyani, Pustakawan Ahli Madya MPR, Yusniar, para pejabat Eselon III, Eselon IV, pejabat fungsional, dan 50 pegawai di lingkungan Setjen MPR sebagai peserta. Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber yaitu Ismeilia Suardi dari PITU Tea & Library 

Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Sistem Informasi Sekretariat Jenderal (Setjen) MPR RI, Budi Muliawan menegaskan bahwa agenda ini menjadi bagian penting dari transformasi layanan yang dilakukan oleh Perpustakaan MPR.

Inovasi secara berkala mutlak diperlukan agar perpustakaan terus relevan dan mampu memberikan kenyamanan maksimal bagi para pemustaka.

"Kegiatan Literasi Kreatif ini merupakan komitmen nyata kami untuk terus meningkatkan pelayanan Perpustakaan MPR RI. Kami ingin menghadirkan ruang yang tidak hanya adaptif, tetapi juga inspiratif bagi seluruh Pimpinan dan anggota MPR, pegawai hingga masyarakat luas," ujar pria yang akrab disapa Wawan

Lebih lanjut, Wawan menjelaskan bahwa peningkatan aspek pelayanan ini berjalan beriringan dengan visi jangka panjang institusi.

Perpustakaan MPR RI diharapkan mampu menjadi pusat literasi konstitusi sekaligus pusat pembelajaran mengenai Empat Pilar MPR RI (Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika).

Melalui penguatan literasi ini, pemahaman terhadap dasar-dasar negara diharapkan dapat semakin terinternalisasi dengan baik.

Kegiatan Literasi Kreatif kali ini dikemas melalui sesi pembuatan teh hijau khas Jepang. Wawan mengambil filosofi mendalam dari proses pembuatan minuman tersebut untuk menggambarkan semangat kerja di lingkungan Setjen MPR RI.

"Selamat meracik matcha untuk teman-teman semua. Ingatlah pedoman bahwa meski bahan-bahan dan proses yang digunakan berbeda-beda, semuanya justru saling melengkapi untuk menciptakan cita rasa yang terbaik," ungkap alumni Fakultas Hukum Universitas Brawijaya ini.

Filosofi meracik matcha tersebut, menurut Wawan, sangat selaras dengan dinamika sebuah organisasi.

"Sama seperti organisasi kita di Setjen MPR RI. Setiap unit memiliki lingkup kinerja yang berbeda-beda. Namun, ketika seluruh perbedaan itu berpadu dan bersinergi dengan harmonis, kita akan mampu mencapai tujuan utama organisasi, yaitu memberikan layanan optimal kepada semua Pimpinan dan Anggota MPR, serta masyarakat luas," pungkasnya.

Melalui kegiatan yang kreatif dan penuh kebersamaan ini, Biro Humas dan Sistem Informasi Setjen MPR RI berharap budaya literasi di lingkungan Kompleks Parlemen kian mengakar kuat, sekaligus memicu motivasi kerja yang lebih positif dan solid demi kemajuan institusi.

Sementara itu, dalam laporan kegiatannya, Yusniar, menyampaikan bahwa Literasi Kreatif merupakan bagian dari upaya Perpustakaan MPR RI untuk meningkatkan budaya literasi sekaligus memperluas fungsi perpustakaan.

Menurutnya, perpustakaan tidak hanya menjadi tempat untuk memperoleh informasi dan pengetahuan, tetapi juga ruang untuk mengembangkan kreativitas dan keterampilan.

“Perpustakaan MPR RI secara berkelanjutan menyelenggarakan berbagai kegiatan edukatif dan kreatif yang memberikan nilai tambah bagi pegawai di lingkungan Sekretariat Jenderal MPR RI,” ujarnya.

Yusniar berharap kegiatan Literasi Kreatif dapat menjadi sarana untuk memperkaya pengetahuan dan keterampilan pegawai, sekaligus membangun interaksi serta kolaborasi di lingkungan Sekretariat Jenderal MPR RI.

Video