Ilustrasi - Hari Komunikasi Damai Internasional setiap 7 Oktober (Foto: istockphoto)
JAKARTA - Di tengah masifnya arus informasi dan tingginya potensi gesekan verbal di ruang publik maupun media sosial.
Tanggal 7 Oktober diperingati oleh masyarakat global sebagai Hari Komunikasi Damai Internasional atau International Day of Peaceful Communication.
Peringatan ini hadir sebagai pengingat global akan pentingnya membangun dialog berbasis empati, kesadaran, dan rasa saling menghargai.
Sejarah kelahiran momentum ini tergolong masih sangat muda. Sebagaimana dirangkum dari berbagai sumber media dan literatur internasional, Hari Komunikasi Damai Internasional pertama kali digagas pada tahun 2019 oleh Dr. Ruben M. West. Ia tergerak oleh keprihatinan atas maraknya konflik, perundungan, dan retorika kebencian yang makin mudah tersebar akibat kemajuan teknologi komunikasi tanpa diimbangi kesadaran berinteraksi secara sehat.
Gagasan tersebut kemudian mendapat dukungan luas hingga akhirnya secara resmi terdaftar dalam Chase’s Calendar of Events pada tahun 2019.
Penandatanganan piagam persetujuan peringatan ini turut disaksikan oleh tokoh diplomatik internasional, seperti Duta Besar Sir Patrick Bijou yang bertindak atas nama International Parliament for Safety and Peace.
Sejak saat itu, tanggal 7 Oktober disepakati sebagai hari untuk mengampanyekan pentingnya penurunan ketegangan komunikasi di tingkat individu, komunitas, hingga antarnegara.
Berbeda dengan peringatan perdamaian umum, fokus utama hari ini terletak pada aspek cara manusia menyampaikan pesan.
Melalui peringatan setiap 7 Oktober, berbagai organisasi dan komunitas di seluruh dunia diajak untuk mempraktikkan komunikasi non-kekerasan, mendengarkan secara aktif, serta mengelola emosi sebelum merespons suatu perbedaan pendapat.
Langkah kecil dari cara bertutur kata ini diyakini menjadi fondasi utama dalam menciptakan kedamaian yang lebih luas di tengah masyarakat modern.