• News

Pezeshkian Tegaskan Iran Ingin Damai, Tapi Belum Percaya AS

M.Habib Saifullah | Minggu, 27/09/2026 01:45 WIB

Pezeshkian Tegaskan Iran Ingin Damai, Tapi Belum Percaya AS Presiden Iran Masoud Pezeshkian. (Foto: REUTERS)

JAKARTA - Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan Iran tetap terbuka untuk menyelesaikan konflik dengan Amerika Serikat, tetapi menekankan bahwa kepercayaan harus terlebih dahulu dibangun kembali.

Pezeshkian menyampaikan pernyataan itu setibanya di New York, AS, untuk menghadiri Sidang ke-81 Majelis Umum PBB.

Dalam wawancara dengan CBS News, Jumat (25/9), Pezeshkian mengatakan kedua pihak perlu mematuhi apa yang telah disepakati secara tertulis dan AS perlu menunjukkan bahwa mereka tidak bermaksud menggulingkan pemerintahan atau administrasi Iran.

Dia pun meminta warga AS untuk mempertimbangkan sudut pandang Iran.

"Cobalah menempatkan diri Anda pada posisi kami. Bayangkan ada seseorang yang datang dan membunuh pemimpin tertinggi Anda. Lalu, tidak mematuhi semua yang telah Anda sepakati. Apa reaksi Anda? Ini bukanlah sesuatu yang bisa diselesaikan dengan begitu mudah," kata Pezeshkian.

Dia mempertanyakan apakah AS benar-benar ingin mencapai penyelesaian.

"Tujuan Amerika adalah menggulingkan pemerintahan kami. Israel sendiri mengatakannya dalam pidato mereka, apa yang mereka lakukan adalah melumpuhkan pemerintah, bukan bernegosiasi," katanya.

Dia pun mempertanyakan apakah AS benar-benar berniat menyelesaikan masalah bersama Iran.

"Lalu, mengapa mereka membom kami di tengah-tengah negosiasi? Mengapa mereka datang dan membunuh para ilmuwan, pejabat, dan rakyat kami? Selama mereka tidak berhenti melakukan apa yang mereka paksakan kepada kami setiap hari, sulit untuk mempercayai mereka," tegasnya.

Pezeshkian juga menyebutkan sanksi, ancaman, dan serangan yang masih terjadi setiap hari di Iran. Menurutnya, AS tidak menepati apa yang telah mereka tuliskan dalam kesepakatan.

"Jadi, jika mereka terlibat dalam pembicaraan, maka apakah mereka benar-benar akan menepatinya?" tanya Pezeshkian.

Presiden Iran tetap menyuarakan harapan agar perdamaian terwujud di kawasan tersebut, seraya menyerukan kepada AS untuk menghentikan dukungan terhadap Israel yang sedang melakukan "genosida".

Dia juga meminta AS untuk bertindak berdasarkan keadilan dan kesetaraan, alih-alih mengusir masyarakat dari rumah mereka, membunuh orang tak bersalah, atau menargetkan anak-anak, rumah sakit, dan ilmuwan.

Pada 28 Februari lalu, AS dan Israel melancarkan perang terhadap Iran yang menewaskan ribuan orang. Iran pun membalas dengan melancarkan serangan terhadap Israel dan fasilitas-fasilitas milik AS di berbagai negara di kawasan tersebut.

AS kemudian melancarkan serangan tambahan terhadap sejumlah lokasi di Iran di tengah kebuntuan dalam negosiasi antara Iran dan AS, meskipun kedua belah pihak telah menandatangani nota kesepahaman pada pertengahan Juni.

Sejak itu, pembicaraan tersebut terhenti akibat perbedaan pendapat mengenai pelayaran melalui Selat Hormuz, salah satu rute strategis terpenting di dunia untuk pasokan energi dan barang.

Sumber: Anadolu