• Oase

Peristiwa Awal Kerasulan Turun Wahyu Pertama Gua Hira

Anggoro Aristo Priambodo | Sabtu, 26/09/2026 22:02 WIB

Peristiwa Awal Kerasulan Turun Wahyu Pertama Gua Hira Ilustrasi gua hira

Katakini.com - Memasuki usia empat puluh tahun, Nabi Muhammad SAW semakin sering berkontemplasi di Gua Hira guna memohon petunjuk.

Pencarian spiritual tersebut mencapai puncaknya ketika Malaikat Jibril mendatangi beliau di tengah kegelapan malam bulan Ramadan.

Malaikat Jibril memeluk erat Nabi Muhammad SAW dan menyampaikan perintah membaca yang menjadi awal mula turunnya wahyu.

Peristiwa agung ini menandai dimulainya era kenabian dan babak baru penerangan bagi peradaban umat manusia.

Wahyu pertama yang diturunkan Allah SWT diabaikan dalam Surah Al-`Alaq ayat 1-3: “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Mahamulia.”

Aisyah RA meredaksi kecemasan beliau dalam hadis riwayat Bukhari: “Rasulullah SAW pulang dengan hati yang bergetar hingga masuk ke rumah Khadijah seraya berkata: `Selimuti aku, selimuti aku!`”

Khadijah RA dengan penuh ketenangan memberikan dukungan moral dan meyakinkan bahwa Allah tidak akan pernah menghinakan beliau.

Guna memastikan kebenaran peristiwa tersebut, Khadijah membawa Nabi Muhammad RA menemui sepupunya yang memahami kitab terdahulu, Waraqah bin Naufal.

Waraqah menegaskan bahwa sosok yang mendatangi beliau adalah Malaikat Jibril yang pernah diutus kepada Nabi Musa AS.

Penjelasan Waraqah menjadi penguat bahwa Nabi Muhammad SAW telah dipilih resmi menjadi utusan Allah SWT bagi seluruh alam.

Perintah Iqra mengandung pesan mendalam tentang pentingnya ilmu pengetahuan sebagai fondasi utama ajaran Islam.

Islam menempatkan aktivitas membaca, meneliti, dan memahami kekuasaan Allah sebagai jalan tertinggi menuju keimanan.

Turunnya wahyu di Gua Hira sekaligus menjadi titik awal transformasi moral dari era Jahiliyah menuju era cahaya kebenaran.

Tanggung jawab kerasulan yang berat ini diemban beliau dengan penuh kesabaran dan keteguhan hati demi menyampaikan risalah ilahi.

Umat Islam diajak untuk terus menghidupkan semangat Surah Al-`Alaq dengan menjadikan Al-Qur`an sebagai pedoman utama kehidupan.