• Gaya Hidup

Sejarah di Balik Hari Bicara Seperti Bajak Laut Sedunia Setiap 19 September

Vaza Diva | Sabtu, 19/09/2026 16:30 WIB

Sejarah di Balik Hari Bicara Seperti Bajak Laut Sedunia Setiap 19 September Ilustrasi - Hari Bicara Seperti Bajak Laut Sedunia setiap 19 September, ini sejarah dan asal-usulnya (Foto: mediaindonesia)

JAKARTA - Tanggal 19 September selalu menghadirkan salah satu peringatan paling unik dan menghibur di kalender internasional, yakni Hari Bicara Seperti Bajak Laut Sedunia (International Talk Like a Pirate Day).

Peringatan parodi yang dirayakan di berbagai negara ini mengajak masyarakat untuk sejenak melupakan rutinitas formal dan berkomunikasi menggunakan dialek serta frasa khas bajak laut era abad ke-17.

Pencetus awal peringatan ini adalah dua sahabat asal Oregon, Amerika Serikat, yaitu John Baur dan Mark Summers.

Gagasan tersebut muncul secara spontan pada 6 Juni 1995 saat mereka sedang bermain olahraga lapangan dan saling berseloroh menggunakan gaya bahasa bajak laut.

Tanggal 19 September kemudian dipilih sebagai hari peringatan resmi karena bertepatan dengan ulang tahun mantan istri Summers, yang dianggap sebagai tanggal paling mudah untuk diingat.

Popularitas peringatan ini melonjak secara global setelah kolumnis humor kenamaan Dave Barry menuliskan kisah unik Baur dan Summers di surat kabar Miami Herald pada tahun 2002.

Liputan media tersebut memicu antusiasme publik hingga peringatan ini diakui secara luas dan dirayakan oleh berbagai komunitas media sosial, perusahaan gim, hingga lembaga pendidikan di seluruh dunia.

Dalam praktiknya, perayaan dilakukan secara santai dengan menyelipkan salam khas bajak laut seperti "Ahoy, matey!" atau "Aye, Captain!" dalam percakapan harian.

Selain menjadi ajang hiburan dan kreativitas berbahasa, beberapa organisasi nirlaba internasional juga memanfaatkan momen unik ini untuk menggelar kegiatan amal serta penggalangan dana kreatif.