Simbol nuklir dan bendera Iran terlihat dalam ilustrasi ini, 21 Juli 2022. REUTERS
JAKARTA - Iran terpilih menjadi anggota Komite Umum Konferensi Umum Badan Energi Atom Internasional (IAEA), mengalahkan upaya Amerika Serikat (AS) yang berusaha menjegal partisipasi Teheran, demikian dilaporkan Press TV.
"Meskipun AS berupaya menghalangi partisipasi Iran di Komite Umum, Negara Anggota IAEA telah menentukan pilihan, mereka memberikan suara untuk mendukung Iran," ungkap perwakilan misi Iran untuk PBB di Wina.
Misi tersebut menggambarkan hasil pemungutan suara itu sebagai bentuk penolakan terhadap tekanan sepihak AS di tubuh badan tersebut. Mereka juga mendesak agar Washington dimintai pertanggungjawaban atas pelanggaran serius yang terus berlanjut terhadap hukum internasional.
Perwakilan Iran turut menuding AS telah melakukan agresi terhadap negaranya, memberikan dukungan material bagi genosida Israel di Palestina, serta menyerang fasilitas nuklir Iran yang dilindungi.
Juru bicara Organisasi Energi Atom Iran (AEOI), Behrouz Kamalvandi, menyatakan bahwa AS telah bekerja keras untuk menyingkirkan Iran dari komite tersebut, namun akhirnya menelan kekalahan telak saat masalah ini dibawa ke pemungutan suara.
Kemenangan diplomatik ini terjadi tidak lama setelah AS menekan Austria untuk melarang kepala nuklir Iran, Mohammad Eslami, menghadiri konferensi IAEA yang sama. Langkah tersebut sengaja menyingkirkan pejabat tinggi nuklir Teheran, sementara Washington justru mengambil panggung untuk menceramahi Iran perihal kerja sama.
Namun pada akhirnya kali ini, negara-negara anggota lah yang menjadi penentu keputusan akhir.
Sumber: Sputnik