Kepala Badan Nuklir PBB Desak Iran segera Capai Kesepakatan Inspeksi
IAEA Temukan Jejak Uranium di Suriah Terkait dengan Lokasi Pemboman Israel
Badan Pengawas Nuklir PBB Kembali ke Iran, Belum Ada Kesepakatan Inspeksi
Prancis, Inggris, Jerman Desak Iran Lanjutkan Perundingan Nuklir
Iran akan Tanggapi Penerapan Kembali Sanksi PBB oleh Uni eropa
Pertama dalam 20 Tahun, Pengawas Nuklir PBB Nyatakan Iran Lakukan Pelanggaran
Program Nuklir Masa Lalu Iran Terungkap, Barat Rencanakan Resolusi
IAEA Laporkan Stok Uranium Iran yang Mendekati Mutu Bom Melonjak
Iran dan Tiga Negara Eropa akan Rundingkan Nuklir pada 13 Januari
Kepala Atom Iran Sebut Tidak akan Halangi Akses IAEA
Iran Secara Drastis Percepat Pengayaan Uranium hingga Dekati Tingkat Bom
Badan Nuklir PBB Bertemu Pekan Depan, Eropa Ajukan Resolusi Baru Iran
Kepala IAEA akan Kunjungi Pabrik Nuklir Zaporizhzhia Lalu Bertemu Zelenskiy di Kyiv
Rusia Tuntut Pengawas PBB Harus Lebih Objektif setelah Kunjungan ke Pabrik Nuklir Dekat Pertempuran
Badan Atom Internasional Dukung Rencana KTT Jepang dan Korea Utara
Akses yang dimaksud ialah memasang kembali kamera seperti yang disepakati bulan ini. Jika tidak, Washington mengancam Teheran akan menghadapi tindakan diplomatik oleh Dewan Gubernur IAEA.
Iran mulai memperkaya uranium dengan kaskade keempat, atau cluster, mesin IR-2m canggih di pabrik bawah tanah Natanz.
Pembatalan itu diputuskan setelah Teheran mengancam untuk mengakhiri kesepakatan nuklir dengan Badan Atom Internasional (IAEA).
Pabrik Uni Emirat Arab yang sedang dibangun konsorsium yang dipimpin oleh Korea Electric Power Corporation dengan biaya sekitar USD24,4 miliar.
Kepala IAEA, Yukiya Amano, mengatakan Iran sekarang memproduksi uranium yang lebih diperkaya daripada sebelumnya, tetapi tidak jelas kapan akan mencapai batas persediaan 300 kg yang diatur dalam pakta nuklir 2015.