Ilustrasi - Seseorang sedang berdoa (Foto: Unsplash/Imad Alassiry)
JAKARTA - Membaca doa qunut pada shalat Subuh merupakan amalan yang sangat dianjurkan (sunnah ab`ad), khususnya dalam pandangan mazhab Syafi`i dan Maliki.
Doa ini dilafalkan pada rakaat kedua, tepatnya setelah gerakan i`tidal (bangkit dari rukuk) dan sebelum turun untuk melakukan sujud pertama.
Secara harfiah, qunut bermakna tunduk, taat, atau berdiri lama untuk berdoa. Isi dari doa qunut mencakup permohonan petunjuk, keselamatan, keberkahan, serta perlindungan dari segala bentuk keburukan yang telah ditetapkan oleh Allah SWT.
Berikut ini lafal bacaan doa qunut Subuh:
اللَّهُمَّ اهْدِنِي فِيمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنِي فِيمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنِي فِيمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لِي فِيمَا أَعْطَيْتَ، وَقِنِي شَرَّ مَا قَضَيْتَ، فَإِنَّكَ تَقْضِي وَلَا يُقْضَى عَلَيْكَ، وَإِنَّهُ لَا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ، وَلَا يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ، تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ، فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ، وَأَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ، وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
Allahummah dinii fiiman hadait, wa `aafinii fiiman `aafait, wa tawallanii fiiman tawallait, wa baarik lii fiima a`thait, wa qinii syarra maa qadhait, fa innaka taqdhi wa laa yuqdha `alaik, wa innahu laa yadzillu man waalait, wa laa ya`izzu man `aadait, tabaarakta rabbanaa wa ta`aalait, fa lakal hamdu a`laa maa qadhait, wa astaghfiruka wa atuubu ilaik, wa shallallahu `alaa sayyidinaa muhammadin nabiyyil ummiyyi wa `alaa aalihi wa shahbihi wa sallam.
Terjemahannya:
"Ya Allah, berilah aku petunjuk sebagaimana orang-orang yang telah Engkau beri petunjuk. Berilah aku kesehatan/keselamatan sebagaimana orang-orang yang telah Engkau beri kesehatan/keselamatan. Pimpinlah aku sebagaimana orang-orang yang telah Engkau pimpin. Berikanlah keberkahan kepadaku pada apa-apa yang telah Engkau berikan. Peliharalah aku dari keburukan apa yang telah Engkau putuskan.
Karena sesungguhnya Engkaulah yang memutuskan dan tidak ada yang memutuskan atas-Mu. Sesungguhnya tidak akan hina orang yang Engkau pimpin. Dan tidak akan mulia orang yang Engkau musuhi. Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami dan Maha Tinggi Engkau. Bagi-Mu segala puji atas apa yang telah Engkau putuskan. Aku memohon ampun kepada-Mu dan bertaubat kepada-Mu. Dan semoga Allah melimpahkan rahmat serta keselamatan atas junjungan kami Nabi Muhammad, nabi yang ummi, beserta keluarga dan para sahabatnya."